Kajian Islami Memperingati Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW *Isra Mi‘raj sebagai Momentum Penguatan Ibadah dan Akhlak*

SERGAP.CO.ID

SUMBA TENGAH NTT,||Sabtu, 17 Januari 2026, ba’da shalat Isya, telah dilaksanakan Kajian Isra Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ di Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Sumba Tengah, dengan tema “Isra Mi‘raj sebagai Momentum Penguatan Ibadah dan Akhlak.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua DKM Masjid Agung Baiturrahman,Aba Ahmad Jailani. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mi‘raj tidak sekadar sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai sarana untuk memperkuat kualitas ibadah, khususnya shalat, serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

Kajian diikuti oleh jamaah masjid serta para santri Pondok Pesantren Hajar, dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 200 jamaah.Materi kajian mengangkat kisah agung Isra Mi‘raj sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 1, yang menggambarkan perjalanan Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, hingga Allah SWT memperlihatkan kepada beliau sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya.

Dalam pemaparan disampaikan bahwa perjalanan tersebut melintasi ciptaan Allah yang menakjubkan, digambarkan dengan kemegahan alam semesta yang berkilauan, kemudian naik melalui al-Ma‘ārij, sebagai penegasan kemahakuasaan Allah SWT dan fondasi penguatan iman terhadap perkara ghaib.

Ditekankan pula bahwa peristiwa Isra Mi‘raj terjadi secara utuh, jasad dan ruh, bukan sekadar perjalanan ruhani, sebagaimana dipahami oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.

Makna kalimat “Subḥānalladzī” dijelaskan sebagai penegasan kesucian Allah SWT dari segala sifat kekurangan. Jamaah diajak untuk bertakjub terhadap keajaiban alam semesta, yang pada masa kini sebagian fenomenanya mulai dapat dipahami melalui kajian ilmiah, termasuk teori matematika dan fisika kuantum. Dalam konteks ini juga disinggung tentang relativitas ruang dan waktu, bahwa dimensi ruang dan waktu berlaku berbeda pada setiap lapisan langit, sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang melampaui nalar manusia.

Salah satu hikmah besar Isra Mi‘raj yang ditekankan dalam kajian ini adalah pensyariatan shalat lima waktu. Disampaikan kisah dialog Nabi Muhammad dengan Nabi Musa ‘alaihis salam, ketika kewajiban shalat yang semula lima puluh waktu diusulkan untuk dikurangi karena dinilai berat bagi umat Muhammad  hingga akhirnya ditetapkan menjadi lima waktu sehari semalam. Hal ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad, sekaligus menjadi pelajaran tentang karakter umat-umat terdahulu.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan nasihat berharga dari Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallāhu ‘anhu, sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam kitab Al-Munabbihāt, yang menegaskan keutamaan menjaga shalat dan memperhatikan waktu-waktunya sebagai sebab turunnya cinta Allah, keberkahan hidup, serta perlindungan-Nya.
Kegiatan Kajian Isra Mi‘raj ini ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Sumba Tengah, H.Asikin Abdullah,dengan memohon kepada Allah SWT agar seluruh amal ibadah kaum muslimin diterima, diberikan keistiqamahan dalam menjaga shalat, serta diturunkan keberkahan dan kedamaian bagi masyarakat Kabupaten Sumba Tengah.

(Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *