Sergap.co.id
KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (8/1/2026).
Peluncuran tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, dunia usaha dan industri, Forum HRD, Apindo, lembaga pelatihan kerja, serta serikat pekerja dan buruh. Sejumlah peserta mengikuti kegiatan ini secara daring.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan GBK Bedas Digital merupakan jawaban atas tantangan tingginya angka pengangguran di daerahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung mencapai 6,2 persen dari total 1,8 juta penduduk usia produktif atau sekitar 230 ribu orang.
“Gerai Bursa Kerja Bedas Digital ini adalah jawaban untuk mengurangi angka pengangguran. Target kami setiap tahun menyediakan 10.000 lapangan kerja,” ujar Dadang Supriatna.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 Pemkab Bandung bahkan mampu merealisasikan lebih dari 20.000 lapangan kerja melalui berbagai program, termasuk job fair dan kolaborasi dengan dunia usaha.
Menurutnya, pengangguran tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya karena setiap tahun terdapat lulusan baru yang masuk usia kerja. Namun, dengan sinergi program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, angka pengangguran diyakini dapat ditekan lebih cepat.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan di sektor industri, tetapi juga berani menjadi pelaku usaha, termasuk di sektor pertanian dan kewirausahaan.
“Dengan menjadi pengusaha, kita bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain,” katanya.
Ia menjelaskan, implementasi GBK Bedas Digital pada tahap awal dilaksanakan di delapan kecamatan, yakni Banjaran, Katapang, Dayeuhkolot, Baleendah, Majalaya, Solokanjeruk, Rancaekek, dan Cileunyi, menyesuaikan dengan alokasi APBD 2026. Ke depan, layanan ini ditargetkan hadir di seluruh 31 kecamatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara mengatakan transformasi digital layanan ketenagakerjaan merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.
“GBK Bedas Digital dirancang sebagai one stop digital employment corner yang mengintegrasikan pencari kerja, dunia usaha dan industri, lembaga pelatihan, serta pemerintah daerah dalam satu ekosistem layanan berbasis data,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pengelolaan data pasar kerja, GBK Bedas Digital melibatkan sekitar 300 perusahaan mitra, menyediakan lebih dari 4.500 posisi kerja, dan telah diikuti sekitar 15.000 pencari kerja. Pada tahun 2026, layanan ini menargetkan peluang kerja hingga 43.950 lowongan untuk lulusan SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.
“Keberhasilan GBK Bedas Digital ditentukan oleh sinergi berkelanjutan antara Dinas Ketenagakerjaan dan pemerintah kecamatan, agar layanan ini semakin dekat dan mudah diakses masyarakat,” pungkasnya.






