Tokoh Masyarakat Nilai Underpass Metland Cibitung Strategis Atasi Kemacetan Bekasi

SERGAP.CO.ID

KAB. BEKASI, || Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, DR. H. Mohammad Amin Fauzi, S.H., M.Si, menilai rencana pembangunan underpass di Perumahan Metland Cibitung merupakan solusi strategis dan efektif untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Cikarang Barat dan Kecamatan Cibitung.

Bacaan Lainnya

Penilaian tersebut disampaikan politisi senior Partai Golkar itu saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan underpass di Perumahan Metland Cibitung, Kamis (8/1/2026), sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kemacetan yang semakin kronis.

Menurut DR. Amin, kemacetan di ruas Jalan Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari, telah lama dikeluhkan masyarakat, terutama warga sekitar yang berprofesi sebagai pekerja, pedagang, dan pengguna jalan lainnya.

Ia mengapresiasi langkah pengembang yang dinilainya memiliki itikad baik dalam mencari solusi atas persoalan tersebut. “Apa yang dilakukan pengembang untuk mengatasi kemacetan ini merupakan gagasan yang patut kita hargai,” ujar doktor lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu.

Namun demikian, DR. Amin menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi harus hadir secara aktif, memberikan solusi serta kepastian kebijakan sesuai kaidah hukum dan norma yang berlaku, agar pembangunan berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan sosial.

Menanggapi adanya penolakan dari sebagian warga Telaga Harapan, DR. Amin menyarankan agar seluruh pihak mengedepankan musyawarah dan dialog terbuka, sehingga dapat ditemukan solusi bersama tanpa mengedepankan ego kelompok.

Ia menjelaskan bahwa kemacetan terjadi hampir di seluruh titik perlintasan kereta, mulai dari Cikarang Jati hingga Telaga Asih dan Telaga Murni, ditambah penutupan jalur penyangga rel kereta yang sebelumnya bisa dilalui sepeda motor, sehingga penumpukan kendaraan semakin tak terhindarkan.

DR. Amin juga memandang pembangunan underpass sebagai investasi bernilai tinggi, terlebih karena pembiayaannya berasal dari anggaran pengembang, bukan dari APBD. Ia meyakini, jika underpass terealisasi, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai tanah, serta menarik minat investor masuk ke Kabupaten Bekasi.

Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar Plt. Bupati Bekasi dan jajaran Pemkab Bekasi mengkaji rencana tersebut secara kedinasan dan teknis, sekaligus memfasilitasi pertemuan warga yang pro dan kontra, demi mencapai win-win solution dan memastikan pembangunan underpass dapat berjalan demi kepentingan bersama.

(Dede Bustomi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *