INU Tasikmalaya Lepas 111 Mahasiswa KKN Tahun 2026 di Kecamatan Cineam, Usung Tema Nga-Rumat

SERGAP.CO.ID

KAB TASIKMALAYA, || Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya secara resmi melepas 111 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Cineam. Kegiatan pelepasan digelar di Aula Desa Cinunjang, Kecamatan Cineam, Senin (5/1/2026).

Bacaan Lainnya

Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dipimpin langsung oleh Rektor INU Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.Si., dan dihadiri Camat Cineam, para kepala desa se-Kecamatan Cineam, unsur Forkopimcam, jajaran MWCNU, Muslimat NU, MUI Kecamatan Cineam, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN.

Sebanyak 111 mahasiswa yang dilepas akan menjalankan program KKN pada Tahun Akademik 2025–2026 dengan mengusung tema “Nga-Rumat (Ngarojong jeung Ngarumat Masyarakat Nyantri nu Religius, Pinunjul, Mandiri, tur Tengtrem)”, yang diselaraskan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan Cineam.

Rektor INU Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, INU Tasikmalaya memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, serta berdaya saing, sejalan dengan identitas Tasikmalaya sebagai kota santri.

Dalam sambutannya, Rektor juga mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13 yang menekankan pentingnya kebersamaan, saling mengenal, serta kerja sama antarsesama manusia sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rektor secara resmi menyerahkan mahasiswa KKN kepada Pemerintah Kecamatan Cineam untuk melaksanakan pengabdian di desa-desa yang telah ditetapkan selama masa KKN berlangsung.

Ia berharap Pemerintah Kecamatan Cineam beserta seluruh pemerintah desa dapat memberikan bimbingan, arahan, serta dukungan kepada mahasiswa, sehingga seluruh program KKN dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Cineam, Edi Mulyana, A.Ks., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN INU Tasikmalaya. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Cineam sebagai lokasi pelaksanaan KKN Tahun 2026.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan, pemberdayaan sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di wilayah Cineam.

Camat juga menekankan agar program KKN disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa, sehingga kehadiran mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak yang berkelanjutan.

Ketua Panitia KKN INU Tasikmalaya Tahun 2026, Imas Komalasari, S.S., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN merupakan agenda akademik wajib bagi mahasiswa. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor, peserta KKN tahun ini berjumlah 111 mahasiswa dari lima program studi.

Kelima program studi tersebut meliputi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ekonomi Syariah (Eksyar).

Ia menambahkan, melalui tema “Nga-Rumat”, mahasiswa diharapkan mampu berbagi ilmu, membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, sekaligus belajar dari realitas sosial di desa dengan tetap menjunjung nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

Salah seorang mahasiswa peserta KKN, Mega Kharisma dari Kelompok 9 Desa Cikondang, menyampaikan bahwa proses pelepasan KKN berlangsung khidmat dan disambut baik oleh pemerintah kecamatan dan desa. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga etika, tata krama, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.

Dengan pelepasan tersebut, mahasiswa KKN INU Tasikmalaya resmi memulai rangkaian pengabdian di Kecamatan Cineam. Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.

(Rizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *