KUPANG, || PT Bintang Lima Group, Herry Susanto, menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme di tubuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu faktor pendorong efektivitas pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 tingkat Provinsi NTT di halaman Kantor SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BWS NT II, Kota Kupang, Rabu (3/12).
Pada kesempatan tersebut, Herry menyampaikan apresiasinya terhadap tema Hari Bakti PU tahun ini, yaitu “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kebutuhan percepatan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NTT.
Ia menilai, tema tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi harus berfokus pada manfaat nyata yang dirasakan secara merata oleh masyarakat. Tantangan geografis dan akses layanan dasar di NTT, katanya, menuntut pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Herry yang ditemui di sela acara mengungkapkan bahwa momentum Hari Bakti PU ke-80 ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha konstruksi. Ia menilai kemitraan menjadi kunci untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil yang masih minim akses.
“Syukur atas kepercayaan Kementerian PUPR. Ini luar biasa dan menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk tetap bergandengan tangan agar dampak pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa perusahaannya telah bermitra dengan PUPR selama 11 tahun, khususnya di sektor irigasi di bawah BBWS NT II serta sejumlah proyek Cipta Karya. Selama kemitraan tersebut, ia melihat banyak pembenahan yang dilakukan PUPR, baik dari aspek tata kelola proyek maupun pelayanan teknis.
Menurut Herry, pola kerja PUPR yang semakin tertata menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal pembangunan secara tepat sasaran. Ia menyebut profesionalisme yang meningkat itu sebagai pendorong penting bagi terciptanya pembangunan berkelanjutan di NTT.
Lebih jauh, Herry menegaskan perlunya sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan mitra konstruksi untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih tertinggal. Pembangunan irigasi, air bersih, sanitasi, hingga konektivitas antarwilayah harus diperluas agar pelayanan dasar semakin merata.
Ia berharap peringatan Hari Bakti PU ke-80 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kinerja PUPR sekaligus memperluas cakupan pembangunan infrastruktur pada sektor-sektor vital di seluruh NTT.
“Di HUT PUPR ke-80 ini, harapan saya PUPR semakin maju, semakin semangat, dan semakin banyak proyek infrastruktur yang bisa dijalankan ke depan demi masyarakat,” pungkasnya.
Peringatan Hari Bakti PU tahun ini tidak hanya menjadi refleksi atas perjalanan panjang sektor pekerjaan umum, tetapi juga dorongan bagi PUPR untuk terus menghadirkan infrastruktur yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat NTT.
(Dessy)






