Progres Proyek Irigasi BBWS NT II: Optimisme Penyelesaian Akhir Tahun 2025

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II menargetkan penyelesaian seluruh proyek irigasi yang sedang dikerjakan, meliputi tahap kedua dan tahap ketiga, pada akhir tahun 2025. Target ambisius ini sejalan dengan instruksi yang diberikan langsung oleh pemerintah pusat, sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Bacaan Lainnya

Kepala BBWS NT II, Parlinggoman Simanungkalit, menyampaikan komitmen ini usai menghadiri peringatan Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum (PU). Dalam keterangannya, beliau menegaskan bahwa target penyelesaian seluruh pekerjaan pada akhir tahun 2025 merupakan prioritas utama.

“Harapan pemerintah pusat, kita bisa selesaikan semua pekerjaan di akhir tahun 2025. Karena tidak ada perintah di luar itu,” ujarnya dengan mantap.

Lebih lanjut, Simanungkalit menjelaskan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2025 mengamanatkan penanganan 66 lokasi irigasi untuk tahap kedua, serta alokasi tambahan untuk tahap ketiga. Saat ini, progres pengerjaan tahap kedua dilaporkan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Sementara itu, tahap ketiga telah memasuki fase krusial, yaitu penandatanganan kontrak dengan pihak pelaksana dan dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

BBWS NT II menaruh harapan besar agar proyek-proyek irigasi ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah NTT. Simanungkalit secara khusus menyoroti pentingnya pengembalian fungsi daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun kabupaten, yang selama ini mengalami penurunan indeks kinerja irigasi.

“Kita harap dengan Inpres ini, kinerja irigasi kita, terutama yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten bisa lebih baik lagi ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa fungsi rehabilitasi memiliki peran krusial dalam mengembalikan kinerja irigasi yang mengalami penurunan, sehingga dapat mendukung peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

BBWS NT II menyadari sepenuhnya bahwa waktu yang tersedia untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan atau proyek irigasi sangat terbatas, yaitu hingga tanggal 31 Desember 2025. Meskipun demikian, Simanungkalit tetap optimis bahwa target penyelesaian Inpres tahap kedua masih dapat dikejar hingga akhir tahun, dengan mempertimbangkan kondisi dan tantangan yang ada saat ini.

Sebagai strategi untuk mempercepat pemanfaatan hasil proyek, BBWS NT II telah merencanakan mekanisme penyerahan atau serah terima pekerjaan secara parsial. Dengan demikian, dari total 66 lokasi irigasi, bagian-bagian yang telah selesai dikerjakan akan langsung diserahkan kepada pihak terkait untuk segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih cepat terhadap sektor pertanian dan perekonomian lokal.

Dengan komitmen yang kuat, perencanaan yang matang, dan strategi pelaksanaan yang efektif, BBWS NT II bertekad untuk mewujudkan target penyelesaian proyek irigasi pada akhir tahun 2025. Keberhasilan proyek ini akan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *