KUPANG, || Momentum penting bagi kebangkitan pertanian di Nusa Tenggara Timur tercipta pada Kamis (27/11).
Ketika Pemuda Tani NTT berkolaborasi dengan Lanud El Tari Kupang, PT SMJ, serta mahasiswa Politani Kupang dalam kegiatan penanaman jagung di lapangan Lanud El Tari. Kegiatan ini menjadi penanda awal gerakan besar yang digagas kaum muda untuk mengubah wajah pertanian NTT.
Ketua DPD Pemuda Tani NTT, Bobby Lyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa aksi tanam jagung ini merupakan “gong gerakan” kebangkitan petani muda. Menurutnya, pemuda harus menjadi ujung tombak revitalisasi pertanian, kelautan, dan perkebunan di NTT.
“Kita yakin, kita adalah ujung tombak kebangkitan pertanian, kelautan, dan perkebunan menuju petani sejahtera. Sesuai tema Musda, peran pemuda dalam petani modern sangatlah penting,” ujar Bobby dengan penuh optimisme.
Ia menekankan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian di NTT adalah pemanfaatan teknologi. Namun, hadirnya digitalisasi menjadi peluang besar yang hanya dapat diakses dan dimaksimalkan oleh generasi muda. “Jawabannya ada pada pemuda-pemudi. Kita bangga karena teknologi itu menjadi pintu kebangkitan,” tegasnya.
Bobby menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Pemuda Tani NTT telah mematok target ambisius: membuka 1.000 hektare lahan jagung sebagai fase awal gerakan besar ini.
“Ini bukan hanya omong-omong. Kita mulai dengan target 1.000 hektare,” tandasnya.
Sementara itu, Kadisops Lanud El Tari, Kolonel Pas Sulistyo Utomo, mewakili Danlanud El Tari Marsekal Madya Somad, menyampaikan dukungan penuh TNI AU terhadap kolaborasi ini. Penanaman jagung, katanya, merupakan langkah konkret sinergi antara Lanud El Tari dan Pemuda Tani NTT demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini dapat produktif dan berkelanjutan ke depannya,” ujarnya.
Kolonel Sulistyo juga memberi pesan khusus kepada mahasiswa yang hadir agar ilmu dan pengalaman ini dapat mereka terapkan di daerah masing-masing.
“Dengan wilayah anda yang hijau, Indonesia juga ikut hijau. Teruskan ilmu ini kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua DPP Pemuda Tani Indonesia, Jerimias Ndun. Ia menekankan perlunya regenerasi petani muda agar keberlanjutan pangan nasional tetap terjaga.
“Kalau tidak ada yang mau jadi petani lagi, siapa yang lanjutkan usaha memberi makan dunia? Kita harus beri contoh bahwa menjadi petani muda itu membanggakan,” ujar Jeri.
Adapun jagung yang ditanam merupakan varietas hibrida NK 7328 S yang disiapkan PT SMJ. Teknik penanaman menggunakan pola jarak 70 x 20 cm dengan metode satu lubang satu biji yang dinilai paling efektif untuk pertumbuhan optimal.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat Lanud El Tari, termasuk Kolonel Lopes dan para PJU, Ketua DPD REI NTT Bobby Pitoby, Sekretaris DPD Pemuda Tani NTT Jan Piter Windy, Direktur PT SMJ Silvester Sudin, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Rektor Politani Kupang Johanis A.J. Jermias, Ketua Karang Taruna NTT, serta Dewan Pakar Pemuda Tani NTT, Andre Otta.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, gerakan kebangkitan petani muda di NTT semakin menemukan pijakan kuat. Pemuda Tani NTT menegaskan bahwa masa depan pertanian daerah ini tidak hanya bergantung pada lahan, tetapi pada semangat dan inovasi generasi mudanya.
(Dessy)






