KUPANG, || Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan air bersih melalui langkah konkret membenahi sistem produksi dan distribusi air dari hulu hingga hilir. Hal itu disampaikan saat meninjau instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng pada Senin (15/11).
Kunjungan lapangan tersebut bertujuan memastikan proses pengolahan air berjalan optimal serta mengidentifikasi langsung titik persoalan yang menghambat peningkatan debit dan distribusi ke pelanggan.
Wali Kota meninjau lokasi sumber air di Kali Dendeng hingga instalasi pengolahan air, termasuk tahapan koagulasi, flokulasi, sedimentasi, serta penyaluran ke reservoir berkapasitas 3.000 dan 1.000 meter kubik.
Dalam kunjungannya, Wali Kota berdialog dengan jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang dan meminta penjelasan detail tentang kendala teknis yang menyebabkan pemanfaatan sumber air belum maksimal.
“Kami datang bukan sekadar foto-foto, tapi benar-benar mempelajari prosesnya dari hulu ke hilir. Saya mencatat, menggambar alur airnya, dan berdiskusi langsung untuk tahu di mana kendala yang membuat debit air tidak maksimal,” tegasnya.
Saat ini debit air dari SPAM Kali Dendeng mencapai sekitar 52.000 liter per detik, namun diperkirakan dapat ditingkatkan hingga 70.000 bahkan 90.000 liter per detik melalui perbaikan peralatan dan optimalisasi sistem kerja.
“Yang rusak-rusak akan kita perbaiki dan kita anggarkan dalam APBD murni 2026. Begitu debit air maksimal, kita lanjutkan dengan penambahan sambungan rumah serta perbaikan jaringan distribusi agar tidak ada kebocoran,” ujarnya.
Wali Kota menegaskan bahwa pelayanan air bersih menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Kupang, sejajar dengan isu persampahan, UMKM, dan reformasi birokrasi karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia berharap perbaikan hulu dan perluasan jaringan distribusi akan memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya masyarakat di 12 kelurahan yang selama ini dilayani SPAM Kali Dendeng.
Selain peningkatan kapasitas sambungan, Pemkot juga akan memperbaiki fasilitas pendukung seperti pintu air, sistem pompa, dan sistem SCADA untuk memastikan rantai pasokan air berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
(Dessy / ADV)






