OJK Libatkan Insan Media untuk Perkuat Edukasi Keuangan di Masyarakat Priangan Timur

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggandeng insan media massa untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di wilayah Priangan Timur. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan serta meningkatkan pelindungan konsumen terhadap risiko investasi ilegal dan pinjaman online tanpa izin.

Bacaan Lainnya

Kegiatan bertajuk Sekolah Pasar Modal Bersama Media dengan tema “Mempersiapkan Diri dengan Literasi Keuangan dan Investasi” digelar di Kantor OJK Tasikmalaya pada Rabu (12/11). Acara ini diikuti oleh 50 insan media dari berbagai platform, baik cetak, radio, televisi, maupun media daring.

Kepala Bagian Pengawasan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Masyarakat (LMS) OJK Tasikmalaya, Dendy Juandi, mewakili Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan kunci menciptakan masyarakat yang cerdas dan mandiri secara finansial.

Menurut Dendy, kegiatan edukasi seperti ini sangat penting di tengah maraknya penawaran investasi bodong dan pinjaman daring ilegal. “Kami ingin masyarakat semakin berhati-hati dan mampu membedakan antara produk keuangan yang legal dan berisiko. Melalui peran media, pesan literasi keuangan dapat tersampaikan dengan bahasa yang dekat dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa insan media memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi publik yang mampu membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih bijak mengelola keuangan. “Kami berharap peserta kegiatan ini dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungannya masing-masing,” tambahnya.

Dendy juga memaparkan data perkembangan investasi masyarakat di wilayah Priangan Timur. Hingga Agustus 2025, tercatat 452.803 Single Investor Identification (SID) atau sekitar 13,41 persen dari total SID di Jawa Barat dan 2,52 persen secara nasional. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi masyarakat untuk menjadi investor yang cerdas dan berdaya.

Secara rinci, SID di Priangan Timur terdiri dari: Kota Banjar 15.432 SID, Kabupaten Ciamis 86.648 SID, Kabupaten Garut 122.164 SID, Kabupaten Pangandaran 8.448 SID, Kabupaten Sumedang 62.232 SID, Kabupaten Tasikmalaya 79.696 SID, dan Kota Tasikmalaya 78.183 SID.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat, Firman Hananto, serta Marketing Equity Retail KIWOOM Sekuritas Indonesia, Aditya Fajar Ashari, yang memberikan materi tentang dasar-dasar investasi dan tips mengenali produk keuangan legal.

Sehari sebelumnya, OJK Tasikmalaya juga menggelar kegiatan serupa di Aula Pemerintah Kota Tasikmalaya, diikuti 120 peserta dari kalangan UMKM, ASN, dan CPNS. Kegiatan ini menggandeng BEI Jawa Barat, KIWOOM Sekuritas Indonesia, dan KADIN Kota Tasikmalaya.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik terhadap produk dan layanan jasa keuangan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan yang sehat dan berintegritas.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *