Bendungan Manikin Diharap Selesai 2028, Jadi Sumber Ketahanan Air dan Energi di Kupang

SERGAP.CO.ID

KAB. KUPANG, || Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat pada tahun 2028. Proyek strategis nasional dengan luas lahan 6,7 kilometer ini diproyeksikan menjadi sumber ketahanan pangan, energi, dan air bagi warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, dengan kapasitas air baku mencapai 700 liter per detik.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, mengatakan kekurangan anggaran menjadi kendala utama percepatan pembangunan.

“Kami masih kekurangan sekitar Rp1 triliun untuk bisa menuntaskan pekerjaan bendungan ini. Karena itu, target penyelesaian bergeser ke tahun 2028,” ujarnya di Kupang, Selasa.

Menurut Parlinggoman, hingga saat ini progres fisik pembangunan baru mencapai 66 persen dengan realisasi keuangan sebesar 62 persen. Keterbatasan alokasi anggaran tahunan disebabkan kebijakan nasional yang memprioritaskan program ketahanan pangan.

Selain persoalan anggaran, hambatan teknis juga muncul akibat kondisi geologi setempat yang unik, yaitu tanah lempung khas bobo naro clay yang menyebabkan pergeseran berulang pada terowongan bendungan.

“Situasi itu membuat strategi konstruksi harus diubah dengan mempercepat pemasangan lining (lapisan pelindung) beton,” jelasnya.

Pemerintah juga masih menangani dampak sosial dari pembangunan, termasuk pembebasan lahan yang sebagian berada di kawasan hutan lindung. Tahun depan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp148 miliar untuk penyelesaian lahan tersebut.

Parlinggoman menambahkan, saat kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Mei lalu, pihaknya telah melaporkan langsung kendala anggaran tersebut.

“Kala itu Wapres berjanji akan membuka kran anggaran untuk percepatan pembangunan bendungan ini,” ungkapnya.

Wapres Gibran, kata dia, berharap agar pembangunan bendungan bisa dipercepat.

“Saya sampaikan, akan lebih baik jika pembangunan bendungan ini dipercepat. Jika 2027 bisa selesai akan lebih baik lagi,” ujar Parlinggoman menirukan pernyataan Wapres.

Bendungan Manikin dirancang multifungsi: untuk ketahanan pangan dengan irigasi seluas 570,86 hektare, serta ketahanan energi melalui potensi PLTS Apung 29,8 megawatt dan PLTMH 0,125 megawatt.

Selain itu, bendungan ini berkontribusi besar terhadap ketahanan air dengan kapasitas 700 liter per detik, yang akan dibagi rata bagi warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, masing-masing 350 liter per detik.

Proyek ini merupakan satu dari tujuh bendungan strategis nasional yang dibangun untuk menjawab kebutuhan air bersih dan energi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *