Pesan Pelantikan: Isidorus Lilijawa Tegaskan PDAM Kota Kupang Harus Jadi Super Team!

Caption : Direktur Utama PERUMDA Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pelantikan Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M. sebagai Direktur Utama PERUMDA Air Minum Kota Kupang oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Senin, 29 September 2025, menjadi momentum penting bagi pembenahan manajemen air di Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Mantan Anggota DPRD Kota Kupang periode 2019–2024 itu resmi menahkodai lembaga strategis yang memikul tanggung jawab besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Isidorus, yang juga dikenal sebagai politisi Partai Gerindra, berhasil menempati posisi teratas setelah melalui proses seleksi ketat selama satu bulan.

Usai dilantik, ia menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan yang telah diberikan oleh Wali Kota sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM).

“Ini adalah amanah sekaligus tantangan. Saya harus mampu membuktikan diri bahwa PDAM bisa dikelola dengan profesional dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Tantangan utama yang dihadapi Isidorus adalah optimalisasi sumber air baku dan jaringan distribusi. Saat ini, Kota Kupang memiliki 19 sumur bor, tiga sumber mata air, serta beberapa sumur bor hasil kerja sama dengan masyarakat sekitar. Namun, kapasitas sumber air tersebut belum dikelola secara maksimal.

“Di bulan-bulan tertentu, debit air menurun signifikan, sementara jaringan distribusi belum memadai,” kata Isidorus.

Ia menambahkan, ke depan PDAM Kota Kupang akan memperkuat kemitraan dengan BLUD SPAM Provinsi NTT serta PDAM Kabupaten Kupang untuk memperluas jangkauan layanan.

Menurutnya, kerja sama lintas lembaga sangat dibutuhkan agar pelayanan air minum dapat menjangkau lebih banyak warga.

Salah satu pekerjaan rumah besar yang dihadapi adalah kondisi jaringan pipa yang telah berusia lebih dari 20 tahun. Pipa-pipa tua tersebut menyebabkan tingkat kebocoran yang tinggi, atau yang dikenal dengan istilah Non-Revenue Water (NRW).

“Produksi kita sebenarnya sudah maksimal dari sisi sumber air, tapi banyak air yang hilang saat proses transmisi. Ini yang sedang kita benahi,” jelasnya.

Selain memperbaiki jaringan, Isidorus juga berkomitmen menambah sambungan rumah di kawasan yang belum terlayani. Ia menyinggung proyek SPAM Kali Dendeng berkapasitas 150 liter per detik yang dibangun pemerintah pusat, namun baru melayani sekitar 3.000 rumah dari total potensi 15.000.

“Kami akan percepat pembangunan sambungan rumah agar air bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Data menunjukkan, lebih dari 34.000 warga Kota Kupang masih menjadi pelanggan PDAM Kabupaten Kupang, sementara pelanggan aktif PDAM Kota Kupang baru mencapai sekitar 10.000 dari total 17.000 terdaftar.

“Ke depan, kami akan membangun pola kerja sama yang jelas dengan PDAM Kabupaten Kupang, agar ekspansi wilayah pelayanan lebih tertib dan saling menghormati batas kewenangan,” tegas Isidorus.

Selain aspek teknis, Isidorus menaruh perhatian besar pada pembenahan tata kelola kepegawaian. Ia menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Saya ajak semua pegawai untuk tahu tupoksinya. Mereka punya hak, tapi juga kewajiban. Kita sedang tata ulang sistem kerja agar semua berkontribusi untuk perusahaan,” katanya.

Dalam hal pelayanan, Isidorus menilai transformasi digital harus segera diterapkan. Menurutnya, digitalisasi akan mempermudah sistem pembayaran, aduan pelanggan, hingga pemantauan kebocoran.

“Pelayanan modern harus berbasis data dan teknologi. Ini target jangka menengah kami,” tambahnya.

Namun, ia tidak menampik masih banyak persoalan yang membelit PDAM Kota Kupang, mulai dari sisi teknis, hubungan pelanggan, hingga keuangan.

“Kami sedang menghadapi tantangan besar, tapi dengan kerja sama semua pihak, saya yakin kita bisa bangkit,” ungkapnya.

Saat ini, kondisi keuangan PDAM Kota Kupang masuk kategori “kurang sehat”. Piutang pelanggan hingga September 2025 tercatat mencapai Rp15,5 miliar. Penurunan produksi dan rendahnya pendapatan menyebabkan arus kas perusahaan masih berada di posisi rugi.

“Kami tidak menutup mata. Ini kenyataan yang harus dihadapi dengan strategi,” katanya.

Selain itu, sarana dan prasarana operasional juga masih terbatas. Beberapa tangki air dan kendaraan operasional mengalami kerusakan, yang berimbas pada lambatnya pelayanan di lapangan. Isidorus berjanji akan mencari solusi bersama Wali Kota Kupang selaku Kuasa Pemilik Modal untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Dalam arah kebijakan barunya, ia menegaskan pentingnya sinergi antarbagian dalam tubuh PDAM. Setiap bagian, kata Isidorus, memiliki peran berbeda namun harus bekerja dalam satu kesatuan visi.

“Saya tekankan, kita ini bukan superman, tapi super team. Kalau kita kuat di dalam, maka keluar pun kita akan kuat,” ujarnya menegaskan.

Pesan pelantikan Isidorus Lilijawa menjadi pengingat bahwa reformasi pelayanan publik membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan kolaboratif. Dengan semangat “Super Team”, ia berharap PDAM Kota Kupang dapat bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang profesional, modern, dan handal, serta berdaya saing tinggi di masa depan.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *