NTT Kuatkan Literasi Keuangan PMI, Optimalkan Devisa Negara

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin diperhitungkan sebagai penyumbang devisa remitansi bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja migran asal NTT pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.401 orang, meningkat 7,35 persen dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 1.305 orang.

Bacaan Lainnya

Melihat tren tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BP3MI NTT, serta pemerintah daerah memperkuat literasi keuangan bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Tujuannya, melindungi PMI dari risiko penggunaan jasa remitansi ilegal akibat minimnya pemahaman terkait layanan keuangan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda, menegaskan pentingnya peran Pokja Sektor Jasa dalam DESK Peningkatan Penerimaan Devisa Negara. Salah satu mandatnya ialah mengoptimalkan devisa dari pekerja migran.

“Pokja Sektor Jasa dibentuk untuk memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, dan industri dalam meningkatkan penerimaan devisa, khususnya dari sektor pekerja migran dan pariwisata. Kami berkomitmen meningkatkan literasi keuangan digital bagi PMI agar terlindungi, sekaligus mendorong pemanfaatan layanan remitansi resmi yang aman, efisien, dan berdaya saing,” ujar Rio.

Ia menambahkan, inovasi sistem pembayaran, termasuk QRIS Cross Border, menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem keuangan pekerja migran.

Senada, Ketua Tim Kerja Pemberdayaan BP3MI NTT, Ujang Agus Sugema, SE, menegaskan kolaborasi lintas lembaga akan memastikan pekerja migran asal NTT bukan hanya kontributor devisa, tetapi juga pendorong kesejahteraan keluarga serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si., menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi pekerja migran sejak pra keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.

Komitmen ini diwujudkan dalam kegiatan LENTERA (Literasi Keuangan Digital untuk Pekerja Migran Indonesia) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (1/10). Acara ini diikuti 100 PMI asal Kota Kupang, dan menjadi bentuk sinergi BI NTT, Pemprov NTT, Pemkot Kupang, OJK, serta BP3MI NTT.

Kegiatan LENTERA juga menghadirkan materi edukasi mulai dari Cinta, Bangga, Paham Rupiah, sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, hingga layanan remitansi resmi dan money changer legal. Hadir pula sesi perencanaan keuangan oleh OJK, kisah inspiratif dari penerima Hassan Wirajuda Award 2022, Denis Irminus, serta testimoni sukses Damaris Haba Bangngu, pekerja migran asal NTT yang bekerja 11 tahun di Singapura.

Kepala Cabang BNI Kota Kupang, Nyoman Mariadi, turut memberikan dukungan dengan menekankan pentingnya akses layanan perbankan yang ramah PMI.

Ke depan, BI NTT bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat edukasi literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen. Dengan langkah ini, diharapkan remitansi dari PMI asal NTT terus meningkat, sekaligus memperkuat peran NTT sebagai salah satu daerah penyumbang devisa terbesar di Indonesia.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *