Kades Madiasari Pastikan Program Ketahanan Pangan Sesuai Aturan dan Musyawarah Desa

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Kepala Desa Madiasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Wawan, menegaskan bahwa program ketahanan pangan di desanya telah dijalankan sesuai aturan dan hasil musyawarah desa (Musdes). Pernyataan ini disampaikan menanggapi pemberitaan di media sosial yang dianggap tidak akurat karena tanpa konfirmasi resmi kepada pemerintah desa.

Bacaan Lainnya

Menurut Wawan, pengelolaan Ketahanan Pangan (Ketapang) di Desa Madiasari sepenuhnya berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan keputusan Musdes yang melibatkan warga. “Semua keputusan sudah melalui Musdes dan disepakati bersama masyarakat Desa Madiasari,” jelasnya Senin 8/9/2025.

Ia menduga informasi yang beredar berasal dari warga yang tidak mengikuti Musdes atau kurang memahami proses pengelolaan. Wawan menjelaskan, sebelum ketahanan pangan dikelola oleh BUMDes, program ini telah berjalan sejak 2024 melalui kelompok tani, kelompok wanita tani, dan kelompok peternak domba.

“Ketika aturan baru tahun 2025 mewajibkan pengelolaan oleh BUMDes, maka BUMDes Tunas Sari melanjutkan program tersebut. Dana dari rekening desa juga sudah ditransfer ke rekening BUMDes dan digunakan sesuai mekanisme,” terangnya.

BUMDes Tunas Sari kini mengelola penanaman cabai, ketimun, serta peternakan domba. Panen perdana cabai dan ketimun telah dilakukan dengan dukungan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Muspika Kecamatan Cineam, perangkat desa, dan pendamping desa.

Ketua BPP Kecamatan Cineam mengapresiasi hasil panen perdana tersebut dan menyebut evaluasi akan terus dilakukan agar hasil berikutnya lebih optimal. Bahkan, ahli tanaman sayur dari Garut turut didatangkan untuk memberikan edukasi kepada petani desa.

Kasos Kecamatan Cineam, Indra Moh. S, menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada penguatan peran BUMDes. Ia berharap evaluasi rutin bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi di masa mendatang.

Wawan menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa BUMDes Tunas Sari akan terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi warganya. “Kami berharap pengelolaan ketahanan pangan ini membawa kemajuan bagi desa dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(UB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *