SUMBA BARAT, NTT, || Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama stakeholder dan elemen masyarakat menggelar doa bersama untuk Indonesia yang kondusif, aman, dan damai, Kamis (4/9/2025) malam. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan kantor Pemkab ini menjadi wujud kepedulian sekaligus solidaritas pascainsiden unjuk rasa di sejumlah wilayah yang berujung tindakan anarkis.
Bupati Sumba Barat dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, mengedepankan sikap bijak, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia menegaskan, Sumba Barat berkomitmen mendukung terciptanya suasana damai demi keberlangsungan pembangunan daerah dan nasional.
Rangkaian acara berlanjut dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama lintas keyakinan. Nuansa khidmat menyelimuti lapangan saat doa dipanjatkan, menggambarkan semangat persaudaraan masyarakat Sumba Barat dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas bangsa.
Kapolres Sumba Barat beserta jajaran perwira dan anggota turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran aparat keamanan yang membaur dengan masyarakat menunjukkan bahwa kamtibmas hanya dapat tercapai melalui sinergi antara aparat dan warga.
Momentum tersebut juga menegaskan komitmen Polri dalam mendukung terciptanya suasana kondusif di Sumba Barat. Kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat menambah keyakinan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan doa bersama ditutup dengan prosesi bakar lilin massal. Ratusan lilin menyala serentak di lapangan kantor Pemkab sebagai simbol harapan akan persatuan dan masa depan Indonesia yang lebih terang.
Bakar lilin menjadi pesan moral agar masyarakat senantiasa menjauhi tindakan anarkis, mengutamakan musyawarah, serta mengedepankan doa sebagai jalan menghadapi persoalan bangsa.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Sumba Barat menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga kedamaian, memperkuat persatuan, dan terus menolak provokasi yang mengancam keutuhan bangsa.
(Ms)






