Wali Kota Bandung Lantik 54 Pejabat, Tiga di Antaranya Pimpinan Tinggi Pratama

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, || Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melantik tiga pejabat tinggi pratama dan 51 pejabat fungsional di Balai Kota Bandung, Rabu (3/9/2025). Total ada 54 pejabat yang resmi dikukuhkan dalam kesempatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Farhan menyebut pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol kebangkitan Kota Bandung setelah melewati masa krisis yang sempat terjadi pekan lalu.

“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa, karena tidak hanya sebuah pelantikan tetapi juga bukti bahwa Kota Bandung telah pulih 100 persen dari kondisi kritis sejak hari Jumat lalu,” ujarnya.

Adapun tiga pejabat tinggi pratama yang dilantik yaitu Sony Adam sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Salman Fauzi sebagai Kepala Badan Kesbangpol, dan Yasa Hanafiah sebagai Sekretaris DPRD Kota Bandung.

Farhan menegaskan bahwa posisi tersebut memiliki peran strategis. Mulai dari menjaga kondusivitas politik, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, hingga memperkuat pelayanan administratif DPRD.

Selain tiga pejabat utama, 51 pejabat fungsional juga dilantik, di antaranya Ringgas Hajopan Pane sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Madya serta Anton Sugiana Agustus sebagai Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya.

Menurut Farhan, beragamnya jabatan fungsional mencerminkan luasnya cakupan pelayanan pemerintah. Para pejabat yang baru diambil sumpahnya terdiri dari analis kebijakan, analis ketahanan pangan, pengelola arsip, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, hingga pengelola penanaman modal.

Kepada para analis kebijakan, Farhan meminta agar mereka menyajikan rekomendasi berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan. Sementara analis ketahanan pangan ditugaskan menyiapkan analisis gizi masyarakat yang dapat membantu penurunan angka stunting.

Pengelola arsip juga mendapat sorotan. Farhan menginginkan agar arsip penting didigitalisasi sehingga menjadi memori kolektif kota sekaligus bukti akuntabilitas publik. Di sisi lain, tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat diminta menjaga kualitas interaksi dengan pasien karena akan berpengaruh pada citra layanan kesehatan pemerintah.

Sedangkan di sektor investasi, penata kelola penanaman modal diminta menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif. “Keragaman tugas ASN luar biasa. Semua harus dijalankan dengan integritas, jangan tergoda kepentingan jangka pendek. Mari wujudkan Bandung Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis,” pungkas Farhan.

(Dewi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *