KOTA TASIKMALAYA, || UPTD Puskesmas Bantarsari menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor di aula Puskesmas Bantarsari sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak lintas sektoral seperti lurah se-Kecamatan Bungursari, kepala sekolah se-Kelurahan Bantarsari, Kapolsek, Koramil, kader posyandu, serta KUA Kecamatan Bungursari.
Dalam lokakarya tersebut, para peserta diajak untuk fokus pada program kesehatan prioritas, termasuk imunisasi anak sekolah (BIAS), penanganan penyakit tidak menular (PTM), serta pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran semua pihak dalam mendukung upaya preventif di tengah masyarakat.
Camat Bungursari, Sodik, membuka acara dengan menekankan pentingnya kerja sama kolektif antarinstansi dalam menyebarkan kesadaran imunisasi kepada orang tua murid. Menurutnya, soliditas lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam membangun masyarakat sehat.
Kepala Puskesmas Bantarsari, H. Tedi Setyadi, S.Km., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan penyakit tidak menular, cek kesehatan gratis, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian integral dari kesehatan masyarakat. “Kesehatan bukan hanya fisik dan jiwa, tetapi juga lingkungan hidup kita,” ungkapnya. Senin 4/8/2025.
Materi inti disampaikan oleh Bidan Dwi Yunita Lestari, S.St., yang menyoroti pentingnya pendekatan edukatif kepada siswa-siswi terkait kesehatan dan imunisasi. Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga medis, tetapi juga orang tua, guru, dan tokoh masyarakat termasuk penyuluh agama.
Dalam kesempatan yang sama, keterlibatan KUA melalui Penyuluh Agama Islam, Ihsan Farhanuddin, juga diapresiasi sebagai mitra strategis dalam menyampaikan nilai-nilai pentingnya menjaga kesehatan dalam perspektif agama kepada masyarakat.
Bidan Dini Lestari, S.St., turut menyampaikan materi mengenai persoalan kesehatan yang umum dialami anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama, seperti gangguan pencernaan akibat pola makan tidak sehat. Ia mengajak semua pihak untuk aktif mengawal tumbuh kembang anak secara holistik, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar lokakarya lintas sektor ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi dalam mewujudkan masyarakat Bungursari yang lebih sehat, sadar imunisasi, dan peduli lingkungan.
(Kordinator : Ihsan)






