Dikoordinir Joni Gela, Ratusan Sopir Pick Up Tuntut Edaran Gubernur NTT Dicabut

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Aksi unjuk rasa ratusan sopir mobil pick up yang digelar pada Senin (4/8) pagi di depan Kantor Gubernur NTT dipimpin langsung oleh Joni Gela, koordinator aksi yang mewakili suara para pengemudi angkutan lokal. Para sopir menyuarakan penolakan terhadap surat edaran pembatasan operasional mobil pick up yang dinilai menyulitkan mereka mencari nafkah.

Bacaan Lainnya

Ratusan mobil pick up terlihat memadati lapangan sepak bola Kayu Putih, Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, sejak pagi hari. Tempat ini menjadi titik kumpul utama sebelum rombongan bergerak konvoi menuju pusat pemerintahan Provinsi NTT di Kota Kupang.

Sejak pukul 07.30 Wita, aparat kepolisian telah bersiaga di lokasi tersebut. Pengamanan dilakukan ketat oleh jajaran Polres Kupang yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kupang AKP I Made Kumara, dan dimonitor langsung oleh Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H.

Kapolres Kupang melalui AKP Made Kumara menegaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan unjuk rasa berlangsung dengan damai, tertib, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan dan barang bawaan untuk mencegah adanya benda-benda berbahaya atau yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujar AKP Made kepada wartawan di lokasi.

Pihak kepolisian juga telah memberikan imbauan kepada para sopir agar menghindari provokasi, tetap menjaga keselamatan, serta tidak melakukan pelanggaran hukum selama menyampaikan aspirasi mereka.

Menurut para pengemudi, surat edaran yang membatasi jam operasional mobil pick up sangat berdampak pada kelangsungan usaha mereka, terutama yang bergantung pada mobilitas tinggi untuk distribusi barang di wilayah NTT.

Joni Gela selaku koordinator aksi menyebut bahwa kebijakan tersebut seolah tidak berpihak pada masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari jasa angkut.

“Kami minta Gubernur mencabut surat edaran itu. Ini menyulitkan kami sebagai pelaku usaha kecil,” tegasnya.

Aksi ini juga diikuti oleh berbagai komunitas sopir dari berbagai kabupaten di sekitar Kupang, menunjukkan bahwa isu ini mendapat perhatian luas dari para pelaku transportasi lokal.

Hingga berita ini diturunkan, konvoi kendaraan pick up mulai bergerak perlahan menuju Kota Kupang dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Situasi masih terpantau aman dan tertib. Para pengemudi tetap menjaga suasana damai selama penyampaian aspirasi di depan Kantor Gubernur.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *