PT Nataga Raihawu Industri: Membawa Harum Nama Sabu Raijua di Paritrana Award 2025

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Sabu Raijua kembali mencatatkan prestasi membanggakan lewat PT Nataga Raihawu Industri (NRI). Perusahaan yang bergerak di sektor tambak garam ini berhasil meraih juara III kategori Usaha Besar Menengah pada Paritrana Award 2025, sebuah penghargaan bergengsi dari pemerintah untuk perusahaan yang unggul dalam perlindungan tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan PT NRI bukan sekadar juara. Ini adalah bukti nyata bahwa perusahaan asal Sabu Raijua mampu bersaing dengan pelaku industri besar di Nusa Tenggara Timur. Dalam kategori ini, juara I dan II masing-masing diraih PT Timor Otzuki Mutiara dan PT Muria Sumba Manis, yang juga merupakan nama-nama besar di sektor pertanian dan perikanan.

Paritrana Award merupakan wujud apresiasi pemerintah melalui Kemenko PMK dan BPJS Ketenagakerjaan atas komitmen perusahaan dalam melindungi pekerja. Di sinilah PT Nataga Raihawu Industri menunjukkan kelasnya dengan memberikan perlindungan jaminan sosial yang lengkap kepada para pekerja.

Menariknya, PT NRI adalah satu-satunya perusahaan di NTT yang baru masuk dalam radar Paritrana Award dan mampu bersaing ketat dengan institusi besar lain seperti Bank NTT. Ini menunjukkan betapa seriusnya perusahaan ini mengedepankan kesejahteraan pekerja.

“Penghargaan ini bukan tujuan kami, melainkan buah dari tanggung jawab kami menjaga pekerja. Kami persembahkan ini untuk semua yang bekerja keras di PT Nataga Raihawu dan masyarakat Sabu Raijua,” ujar Marthen Dira Tome, pengarah dan penasehat PT NRI, penuh rasa syukur.

Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 420 orang yang mendapatkan jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, jaminan hari tua, serta santunan duka. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarga mereka.

Marthen Dira Tome menegaskan, jaminan yang diberikan bukan hanya BPJS ketenagakerjaan, tapi juga berbagai bentuk perlindungan lain sebagai upaya PT NRI memajukan kualitas hidup masyarakat lokal.

Lebih dari itu, PT NRI juga menjadi pionir dalam pengembangan tambak garam berteknologi geomembran di Sabu Raijua. Garam yang dihasilkan memiliki kadar natrium klorida (NaCl) mencapai 98%, kualitas yang sangat bersaing di pasar nasional.

“Keunikan iklim dan kondisi alam Sabu Raijua menjadi modal utama. Panas matahari yang konsisten, angin yang mendukung, dan air laut yang bersih, menghasilkan garam yang tidak hanya putih bersih, tapi juga kristal,” jelas Marthen.

Tambak garam ini tidak hanya soal produksi, tapi juga soal membangun ekosistem ekonomi yang luas. Dari buruh, supir, hingga pedagang kecil di sekitar tambak dan dermaga, semua merasakan manfaatnya.

Marthen optimis, pengembangan industri garam adalah jalan keluar untuk mengentaskan kemiskinan di Sabu Raijua. Saat ini, selain PT NRI, sudah ada investor lain yang siap mengembangkan lahan tambak hingga ribuan hektar.

“Potensi lahan tambak kami sangat besar, hingga 3-4 ribu hektar dengan garis pantai sepanjang 1.026 kilometer. Kami yakin bisa menggantikan sebagian impor garam yang selama ini masih didatangkan dari India, China, dan Australia,” tandasnya penuh semangat.

Sabu Raijua, dengan dukungan teknologi dan investor, siap mengambil peran strategis dalam memenuhi kebutuhan garam nasional sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah secara signifikan.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *