Penyuluh Agama Islam KUA Bungursari Dalami Kitab Risalatul Muawanah dalam Pembinaan Rutin

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALYA, || KUA Kecamatan Bungursari kembali menggelar pembinaan rutin bagi para penyuluh agama Islam pada Rabu (23/07/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas dan kualitas penyuluhan agama yang rutin digelar setiap pekan.

Bacaan Lainnya

Pembinaan kali ini difokuskan pada pengkajian kitab Risalatul Muawanah, sebuah karya klasik yang membahas pentingnya ibadah dan adab keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kajian dipandu langsung oleh H. Agus Al Amin, S.H., yang secara mendalam mengulas sejumlah tema penting dari kitab tersebut.

Ada tiga topik utama yang dikaji dalam pembinaan ini, yaitu keutamaan sholat sunat witir, awwabin, dan dhuha. Ketiga jenis sholat sunat ini dinilai memiliki nilai spiritual tinggi serta menjadi amalan tambahan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

H. Agus Al Amin menyampaikan bahwa sholat witir adalah penutup sholat malam yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sholat awwabin merupakan sholat sunat setelah Maghrib yang disebut sebagai sholatnya orang-orang taat. Adapun sholat dhuha dikenal sebagai pembuka rezeki dan pelindung dari kemiskinan.

Melalui kajian tersebut, para penyuluh tidak hanya menambah wawasan keilmuan, tetapi juga mendapat bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi mereka. Harapannya, penyuluh dapat menjadi teladan dalam pengamalan ibadah di tengah masyarakat.

Selain penguatan spiritual pribadi, materi yang disampaikan juga dirancang untuk menjadi bahan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Dengan cara ini, penyuluh dapat lebih efektif dalam menyampaikan dakwah yang menyentuh kebutuhan spiritual umat.

Kepala KUA Kecamatan Bungursari menyampaikan bahwa pembinaan rutin ini merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat peran penyuluh sebagai agen perubahan sosial-keagamaan yang membawa pesan-pesan moral dan nilai-nilai Islam secara lebih relevan.

Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya penyuluh agama yang tidak hanya cakap dalam teori, tetapi juga konsisten dalam praktik ibadah sehari-hari. Dengan demikian, keberadaan mereka semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah binaan.

Pembinaan rutin setiap hari Rabu ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari program penguatan kompetensi penyuluh KUA Kecamatan Bungursari, dengan tema dan kitab yang bervariasi sesuai kebutuhan lapangan.

(IF – Humas KUA kec Bungursari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *