KUA Bungursari Bekali Calon Pengantin dengan Bimbingan “Mawaddah, Warahmah, Sakinah”

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Kantor Urusan Agama (KUA) Bungursari Kota Tasikmalaya menyelenggarakan bimbingan perkawinan bagi pasangan calon pengantin yang dipandu langsung oleh KH. Agus  Al  Amin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA dalam membangun kesadaran pasangan terhadap kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, KH Agus  Al  Amin mengajak peserta mengevaluasi sejauh mana mereka mengenal pasangan masing-masing. Menurutnya, mengenali karakter, visi hidup, dan cara berpikir pasangan merupakan langkah penting agar perbedaan tidak menjadi pemicu konflik setelah pernikahan.

Beliau juga menyampaikan esensi pernikahan dalam Islam, yaitu membangun hubungan berdasarkan cinta (mawaddah), kasih sayang (warahmah), dan ketenteraman (sakinah). Ketiga nilai ini, ujar KH. Agus, hanya dapat dicapai bila pasangan menyadari tujuan suci dari pernikahan dan berkomitmen untuk saling menjaga.

Pernikahan, kata beliau, bukan sekadar legalitas, tetapi juga ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. “Rumah tangga yang baik bukan yang tanpa masalah, tapi yang mampu menyelesaikan masalah dengan hikmah. ” Tegasnya Selasa 15/07/2025.

Peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban suami istri. Seorang suami wajib memberi nafkah dan menjadi pemimpin yang adil, sedangkan istri menjalankan peran domestik dan sosial dengan penuh kesadaran, tanpa mengabaikan komunikasi dan kerja sama.

Selain itu, bimbingan ini mencakup materi praktis seperti pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pentingnya membangun kepercayaan dan menghormati perbedaan. Menurut KH Agus, banyak perceraian disebabkan karena ketidaksiapan emosional dan ekspektasi yang tidak realistis.

Dalam refleksi spiritual, beliau mengutip QS Al-Fâtihah ayat 5: “Iyâka na‘budu wa-iyâka nasta‘în” (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan). Ayat ini menjadi landasan bahwa membangun rumah tangga harus senantiasa disandarkan kepada Allah.

Dengan adanya bimbingan ini, KUA Bungursari berharap calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memahami makna mendalam dari pernikahan itu sendiri. Program ini akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk komitmen KUA dalam membina keluarga sakinah di masyarakat.

(Rizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *