SERGAP.CO.ID
KAB. PURWAKARTA, || Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), meminta para korban bencana pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, untuk segera meninggalkan lokasi pengungsian. Hal tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan uang tunai senilai Rp10 juta per kepala keluarga (KK) di Pendopo Pemkab Purwakarta, Kamis (19/6/2025).
Bantuan tersebut berasal dari program BJB Peduli dan Baznas Jawa Barat, yang diperuntukkan sebagai biaya sewa hunian sementara selama masa transisi menuju relokasi permanen.
“Bapak dan ibu, setelah menerima uang bantuan ini, sore ini juga harus langsung meninggalkan tempat penampungan,” tegas Kang Dedi dalam arahannya.
Senada dengan Gubernur, Bupati Purwakarta, Om Zein, juga menekankan pentingnya segera mengosongkan lokasi pengungsian. Ia menegaskan bahwa dana bantuan yang diberikan merupakan bentuk dukungan untuk mencari hunian sementara, bukan untuk keperluan lain.
“Tempat pengungsian harus dikosongkan sore ini juga. Warga harus segera mencari tempat tinggal sementara sambil menunggu proses relokasi,” ujar Om Zein.
Terkait proses relokasi, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menyiapkan dua skema. Pertama, relokasi ke lahan milik PTPN seluas 15.000 meter persegi yang disiapkan untuk pembangunan permukiman baru. Kedua, pembangunan rumah di atas tanah milik warga sendiri yang telah didata lebih dari 40 bidang.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses relokasi demi menjamin keselamatan dan kenyamanan warga terdampak. Langkah ini juga bertujuan untuk meringankan beban petugas yang selama ini menangani kebutuhan para pengungsi di lokasi penampungan.
Melalui kebijakan ini, diharapkan warga terdampak dapat segera melanjutkan kehidupan secara lebih layak dan aman, sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen dari pemerintah.
(Dewy)






