“Nada untuk Persatuan: Suara Timur Barat Menggema di GBKN Soe”

"Nada untuk Persatuan: Suara Timur Barat Menggema di GBKN Soe"

SERGAP.CO.ID

TTS, || Suasana hangat menyelimuti ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Mordekai Liu, pada Selasa pagi, 10 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Di tengah kesibukan sebagai pucuk pimpinan legislatif daerah, Mordekai menyisihkan waktu untuk menerima audiensi sejumlah panitia muda dengan semangat besar: menyatukan Timor Barat lewat harmoni musik rohani.

Dalam pertemuan itu, politisi PDI Perjuangan ini menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pelaksanaan Lomba Vokal Grup Se-Daratan Timor Barat. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Gereja Batu Karang Nonohonis (GBKN) Soe pada 18 hingga 20 Juni 2025 ini menjadi panggung bagi talenta-talenta muda dari berbagai pelosok Timor Barat untuk bersatu dalam pujian.

Bagi Mordekai, lomba ini bukan semata ajang hiburan atau kontestasi bakat. Ia melihat lebih dalam ini adalah panggilan iman, ruang pengabdian, dan sarana untuk membumikan nilai-nilai spiritual dalam bentuk yang paling indah: musik.

“Mari, para pemuda, kita pakai talenta untuk memuliakan Tuhan,” ujarnya lugas, sembari menatap serius para panitia.

Politikus yang dikenal dekat dengan komunitas gereja ini juga menekankan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai pemantik semangat persatuan antarwilayah. Ia berharap, melalui nada-nada rohani yang menggema dari panggung lomba, akan tumbuh rasa saling memiliki dan kasih lintas jemaat serta daerah.

“Bangkitkan semangat, satukan suara, dan nyatakan kasih dalam harmoni,” katanya, menutup pertemuan dengan senyum.

Ketua Panitia Lomba, Yanres Tafui, S.Pd, tak menyembunyikan rasa syukurnya atas sambutan hangat dari Ketua DPRD. Bagi mereka, pertemuan ini bukan hanya peristiwa simbolik, tetapi menjadi peneguhan moral atas kerja keras yang telah dirintis selama berbulan-bulan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Ketua DPRD TTS sudah menerima kehadiran teman-teman panitia dan mendukung penuh kegiatan ini,” ucap Yanres.

Lomba vokal grup ini dirancang sebagai kegiatan lintas denominasi dan lintas daerah, dengan peserta dari berbagai kabupaten di daratan Timor Barat.

Panitia berharap ajang ini menjadi wadah silaturahmi rohani, sekaligus menampilkan kekayaan budaya dan suara yang lahir dari iman.

Dengan latar gereja berarsitektur batu karang yang kokoh di Nonohonis, acara ini diprediksi akan menjadi salah satu kegiatan rohani terbesar di wilayah selatan Nusa Tenggara Timur pada pertengahan tahun. Musik, bagi mereka, bukan sekadar seni—melainkan sarana membangun damai dan menyuarakan harapan.

Dalam situasi dunia yang terus dilanda konflik dan perpecahan, Timor Barat menunjukkan jalan lain: mengangkat suara, bukan senjata; menyatukan hati lewat harmoni, bukan ujaran. Di Soe, musik rohani menjadi bahasa baru persatuan. Dan dari GBKN, gema itu akan mengalun ke segala penjuru.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *