JAKARTA, || Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mencetak prestasi nasional membanggakan dengan meraih peringkat ketiga terbaik nasional dalam Pengelolaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2024. Penghargaan ini diumumkan dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2025 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Gogot Suharwoto, Ph.D dan diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo.
Ambrosius menyampaikan rasa syukur atas penghargaan ini dan mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Dinas Pendidikan NTT, para kepala sekolah, serta operator data yang telah mengawal penyaluran dana PIP dengan baik, transparan, dan tepat sasaran.
“Ini bukan sekadar angka, tapi tentang keadilan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah 3T dan penyandang disabilitas,” tegas Ambros dalam sambutannya.
Berdasarkan data Tahun 2024, jumlah penerima PIP di Provinsi NTT cukup signifikan: 103.587 siswa SMA dengan total dana Rp 163,1 miliar dan 56.456 siswa SMK dengan dana Rp 86,5 miliar. Siswa berkebutuhan khusus juga turut mendapat perhatian.
Penerima PIP dari Sekolah Luar Biasa (SLB) meliputi: 1.007 siswa SDLB (Rp 409,7 juta), 449 siswa SMPLB (Rp 271,5 juta), dan 224 siswa SMALB (Rp 409,7 juta). Total keseluruhan dana PIP yang dikelola mencapai lebih dari Rp 250 miliar.
Pengelolaan dana yang profesional dan transparan dinilai sebagai kunci keberhasilan Dinas Pendidikan NTT hingga bisa masuk dalam jajaran terbaik nasional tahun ini.
Acara penghargaan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mukti beserta istri, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Khoriul Fauzi.
Turut hadir pula Kepala Staf Kepresidenan A. M. Putranto, Ketua Komite III DPD RI Dr. Filep Wamafma, serta Wakil Mendikdasmen Prof. Atip Latipulhayat dan Dr. Fajar Riza Ulhaq.
Mantan Mendikbud era Kabinet Pembangunan VI Wardiman Djojonegoro, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Ketua KPAI Jasra Putra turut menjadi saksi atas apresiasi ini.
Tidak hanya pejabat, acara juga dihadiri oleh para guru, insan pendidikan, dan siswa-siswi berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan yang turut merayakan capaian ini.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa NTT kini bukan lagi daerah tertinggal dalam bidang pendidikan. Sebaliknya, NTT telah menunjukkan transformasi nyata menuju pengelolaan pendidikan yang berorientasi pada mutu dan keadilan.
“Prestasi ini milik seluruh masyarakat NTT. Kita buktikan bahwa kita bisa sejajar, bahkan unggul di panggung nasional!” seru Ambrosius dengan penuh semangat, menutup sambutannya.
(Desy)






