Sebanyak 492 Mahasiswa UPG 1945 NTT Siap Terjun ke Masyarakat, Fokus Stunting dan Inovasi

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Sebanyak 492 mahasiswa Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT mengikuti Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KuKerta) periode Juni-Juli 2025 yang digelar di Aula El Tari, Kupang, Rabu (28/5/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dibuka secara resmi ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Gubernur Provinsi NTT, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) PB PGRI pada UPG 1945 NTT, Bupati Kabupaten Kupang, serta unsur pimpinan universitas seperti rektor, wakil rektor, pimpinan fakultas, dosen pembimbing lapangan, dan panitia KKN 2025.

Mengusung tema Membangun Masyarakat Bersama Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, pembekalan ini menghadirkan tiga narasumber utama: Wakil Gubernur NTT Johny Asadoma, Ketua BPH PB PGRI Semuel Haning, serta Bupati Kupang Yosef Lede.

Dalam paparannya, Jhony Asadoma menekankan peran pemerintah provinsi dalam mendukung inovasi dan teknologi dalam pelaksanaan KKN. Ia meminta mahasiswa untuk melakukan riset lapangan sebelum memulai pengabdian mereka.

“Pahami kondisi ekonomi, pendidikan, adat istiadat, hingga pola konsumsi masyarakat di lokasi KKN. Inovasi sosial sama pentingnya dengan inovasi teknologi,” ujar Johny di hadapan ratusan mahasiswa.

Sebagai contoh, Johny menyinggung masalah kekurangan protein di masyarakat.

“Kalau masyarakat makan belatung karena tidak ada sumber protein lain, mahasiswa harus menganalisis dan mencari solusi. Apakah bisa dikenalkan makanan bergizi seperti telur atau sayuran lokal?” katanya.

Isu stunting menjadi sorotan utama dalam pembekalan tersebut. Johny mengidentifikasi tiga penyebab utama stunting: gizi buruk, lingkungan tidak bersih, dan budaya yang kurang mendukung tumbuh kembang anak.

Ia memaparkan contoh sederhana, seperti rumah yang berdekatan dengan kandang ternak, ventilasi yang buruk, kebiasaan meludah sembarangan, dan merokok di sekitar anak-anak. “Hal-hal kecil ini berdampak besar terhadap masa depan generasi kita,” ujarnya.

Bupati Kupang Yosef Lede menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan UPG 1945 NTT.

Ia berharap KKN menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kampus dan masyarakat.

Senada dengan itu, Semuel Haning meminta seluruh dosen untuk mendukung mahasiswa dalam mempermudah proses akademik mereka.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya sukses di KKN, tapi juga bisa bertemu lagi di momentum wisuda nanti,” ujarnya.

Samuel juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap baik selama pengabdian dan memanfaatkan KKN sebagai pengalaman belajar yang tak terlupakan.

“Kita akan bertemu lagi di bulan Agustus nanti, jadi pastikan kalian membawa cerita dan hasil yang baik dari lapangan,” tambahnya.

Acara pembekalan yang berlangsung meriah ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa UPG 1945 NTT untuk terjun langsung ke masyarakat.

Dengan bekal pengetahuan, semangat kolaborasi, dan fokus pada isu-isu krusial seperti stunting, para mahasiswa diharapkan dapat membawa dampak positif bagi daerah penempatan mereka.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *