KAB. PESISIR SELATAN, || Bupati Kabupaten Pesisir Selatan H. Hendrajoni bersama rombongan meninjau Bendungan Irigasi Lumpo. Bendungan tersebut rusak pada tahun 2021 silam. Akibatnya petani gagal panen.
Bendungan sepanjang 250 meter itu merupakan sumber irigasi utama bagi petani Nagari Taratak Tangah Lumpo, Lumpo, Balai Sinayan, Sungai Gayo Lumpo, dan Sungai Sariak Lumpo, termasuk sebagian wilayah Kecamatan Bayang.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meninjau langsung lokasi bendungan yang rusak pada Selasa (13/5). Saat berkunjung mengakui bahwa pemkab belum mampu memperbaiki infrastruktur vital tersebut karena terkendala anggaran.
Dijelaskan Hendrajoni, perbaikan bendungan membutuhkan dana sekitar Rp2,5 miliar. Namun, APBD Pesisir Selatan tidak mencukupi akibat efisiensi anggaran.
“Ya, kami tidak tinggal diam. Saya akan segera melobi pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan bantuan anggaran. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat,” kata Hendrajoni di hadapan warga setempat.
Bupati Hendrajoni meyebut bahwa irigasi merupakan kebutuhan pokok petani. Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan dinas terkait untuk mempersiapkan dokumen teknis guna mempercepat pengajuan bantuan.
“Selain untuk irigasi, bendungan ini juga berfungsi sebagai mitigasi banjir. Jika tidak segera diperbaiki, tebing sungai akan terus terkikis dan mengancam pemukiman warga serta fasilitas umum seperti Puskesmas Lumpo,” sebutnya.
Sementara itu, Wali Nagari Taratak Tangah Lumpo, Dewel Coli Vetra, mengungkapkan bahwa kerusakan bendungan telah mengganggu aktivitas pertanian setempat. Sekitar 400 kepala keluarga di tiap nagari bergantung pada saluran irigasi ini.
“Ya, semenjak bendungan rusak, banyak petani yang kesulitan mengairi sawah, kami sudah mengajukan proposal bantuan ke provinsi dan balai, tapi belum ada respons,” kata Dewel.
Ia berharap pemerintah segera membangun batu jeti (tanggul penahan) untuk mencegah erosi sungai yang semakin parah. “Jika dibiarkan, bukan hanya sawah yang terancam, tapi juga pemukiman dan Puskesmas Lumpo bisa terkena dampaknya,” imbuhnya.
Sementara menunggu realisasi anggaran perbaikan, warga berharap ada solusi jangka pendek seperti pembuatan saluran darurat atau bantuan pompa air. Namun, hal ini masih dalam pembahasan antara pemerintah nagari dan dinas terkait.
Bupati Hendrajoni berjanji akan terus memprioritaskan perbaikan bendungan ini, mengingat dampaknya yang sangat luas terhadap ketahanan pangan dan keselamatan warga.
“Ya, kami berkomitmen mencari solusi terbaik. Semoga dengan dukungan semua pihak, bendungan ini bisa segera berfungsi normal, seperti biasanya” tutupya.
(Wempi Hardi)






