KUPANG, || Rombongan mahasiswa Program S3 PhD Universitas Ciputra melakukan kunjungan akademik ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, Filipina, yang berlokasi di 185 Salcedo, Legazpi Village, Makati, Metro Manila.
Dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Universitas Ciputra, Prof. Christina Whidya Utami, rombongan ini terdiri atas 17 orang, termasuk dosen pembimbing Dr. Liliana Dewi. Salah satu yang menarik perhatian adalah keikutsertaan Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, yang turut serta dalam delegasi tersebut.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D., bersama staf Bilateral Koordinator Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Anugrah Pangestu, dan tim KBRI lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Christina Whidya Utami memaparkan program kolaborasi akademik antara Universitas Ciputra dan University of the East (UE) Filipina, yang diberi nama “Sandwich Program”. Program ini menawarkan pengalaman unik bagi mahasiswa untuk belajar di dua institusi lintas negara.
Selama tiga hari, dari 24 hingga 26 April 2025, para mahasiswa PhD Universitas Ciputra mengikuti sesi kelas intensif yang terbagi dalam dua kelompok (batch 4 dan 5) dengan total 30 mahasiswa. Setiap sesi menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka di bidangnya.
Pada hari pertama, materi yang diberikan mencakup topik tentang globalisasi, platform digital, kekuatan blockchain dalam bisnis, hingga strategi omnichannel dalam riset komunikasi pemasaran. Materi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan kekinian di era transformasi digital.
Hari kedua, para peserta mendalami tema tentang budaya dan keberagaman kontekstual, hubungan bisnis dengan pemerintah, serta warisan budaya dalam dunia usaha. Materi ini memberikan perspektif penting dalam memahami dinamika bisnis lintas budaya.
Puncak kegiatan terjadi pada hari ketiga, yakni pelaksanaan International Research Conference UE Kamaynilaan. Acara ini menghadirkan Hety Ketrin Elfong, Under Secretary dari Department of Finance Filipina, sebagai keynote speaker, memperkaya wawasan riset internasional para peserta.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila mengapresiasi dan mendukung penuh kolaborasi ini. Menurut Prof. Nina Yulianti, sinergi antara UC dan UE mampu membuka peluang lebih luas bagi penguatan jaringan pendidikan tinggi Indonesia di kancah global.
Tak hanya diikuti akademisi, peserta program ini mayoritas adalah para profesional aktif di berbagai bidang, menjadikan pengalaman ini semakin kaya dengan perspektif dunia nyata. Penggabungan teori dan praktik menjadi kekuatan utama dalam program ini.
Sebagai bentuk komitmen lebih lanjut, di hari terakhir dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Ciputra dan University of the East. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden dan Chief Academic Officer UE, Dr. Zosino M. Battad, bersama Chancellor Lovie Divingraci dan Dr. Alberto T. Paala Jr. (Dean).
Hadir pula para mahasiswa dari berbagai negara yang ikut menyemarakkan momen bersejarah ini. Penandatanganan MoU turut disaksikan secara resmi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, menandai awal dari kolaborasi akademik jangka panjang antar kedua universitas.
Adapun nama-nama rombongan S3 PhD Universitas Ciputra yang hadir dalam kunjungan ini antara lain: Prof. Christina Whidya Utami, Dr. Liliana Dewi, Bobby Lianto, Geovanni G. Pradhana, Yosia P. Christiani, Esther Darmawan, Lisnawati Mantero, Danny Halim, Rosiana Alim, Ken KS, Ervina Abdul Gani, Yaser Arafat, Catherine Tanjoyo, Nuning Sriayu Widiarti, Reni Fitriani, Nashrudin Latif, dan Halek Mukmin.
(Desy)






