KUPANG, || Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT melaksanakan Wisuda Sarjana ke-VIII di Hotel Harper Kupang, Sabtu (21/12). Dalam sambutannya, Ketua Badan Penyelenggara Harian (BPH) UPG, Dr. Samuel Haning, SH., MH., C.Me., C.Parb., menegaskan bahwa nilai pendidikan tinggi bukan hanya menghafal fakta, tetapi melatih pikiran untuk berpikir kritis dan inovatif.
Mengutip perkataan Albert Einstein, Dr. Haning menyampaikan, “Nilai dari pendidikan tinggi bukanlah mempelajari banyak fakta, tetapi melatih pikiran untuk berpikir.” Pesan ini, katanya, relevan dengan tantangan zaman yang menuntut generasi muda menjadi kreatif dan adaptif.
Dr. Haning memuji peran para dosen dalam membimbing mahasiswa hingga mencapai tahap ini. “Para dosenlah yang menciptakan generasi berkualitas dan berintegritas bagi bangsa dan negara. Hari ini, UPG 1945 melepas sarjana yang siap bersaing di dunia kerja,” ujar Haning penuh keyakinan.
Wisuda ini menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang telah melalui perjuangan panjang. Dr. Haning juga mengingatkan para wisudawan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru. “Kalian adalah aset bangsa. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat bagi orang tua, keluarga, daerah, dan negara,” katanya.
Dalam pidatonya, ia menggunakan analogi sebuah kapal yang dibuat untuk menaklukkan gelombang. “Kapal terlihat indah bukan saat bersandar di dermaga, tetapi ketika berlayar menghajar gelombang. Begitu pula kalian, keindahan kalian sebagai sarjana terlihat saat memberikan solusi atas persoalan bangsa ini,” tegasnya.
Tidak lupa, Dr. Haning mengapresiasi perjuangan para orang tua wisudawan. “Fondasi kesuksesan ini adalah doa dan pengorbanan bapak dan mama. Keberhasilan anak-anak hari ini adalah bukti nyata perjuangan orang tua,” ungkapnya.
Rektor UPG 1945, David R. E. Selan, SE., MM., juga memberikan pesan penting kepada para wisudawan. Ia meminta mereka untuk terus membangun diri dan menjaga integritas sebagai cerminan positif almamater. “Keberhasilan alumni adalah cerminan Kampus UPG. Jadilah pribadi yang membawa solusi bagi bangsa dan negara,” ujar David.
Rektor David juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat NTT atas kepercayaan mereka kepada UPG 1945. “Kepercayaan masyarakat adalah alasan Kampus UPG 1945 tetap eksis dan terus melahirkan lulusan berkualitas,” tuturnya.
Menariknya, Rektor juga menyebut keberhasilan alumni UPG 1945 yang kini dipercaya masyarakat menjadi pemimpin daerah. Pada Pilkada 2024, dua alumni UPG, Yosep Lede, SH., terpilih sebagai Bupati Kupang, dan Willybrodus Lay, SH., sebagai Bupati Belu
.
Wisuda ini menegaskan komitmen UPG 1945 dalam mencetak generasi yang tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan positif bagi bangsa. Dengan visi yang kuat dan dukungan dari masyarakat, UPG 1945 terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang relevan dan berdaya saing.
(Dessy*)






