Kualitas Bantuan Beras yang Diterima Warga Buruk, Ini Perbedaan Beras Premium dan Medium

Kualitas Bantuan Beras yang Diterima Warga Tasikmalaya Buruk, Bulog: Harus Segera Ganti Yang Baru

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Warga Kota Tasikmalaya keluhkan kwalitas beras bantuan yang diterima KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Buruk.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, sejumlah warga RW 015 Kelurahan Gununggede mengeluhkan kualitas beras bantuan yang diterima dari Bulog pasca HUT Kemerdekaan RI Ke-79 bau dan jelek.

Kualitas Bantuan Beras yang Diterima Warga Tasikmalaya Buruk, Bulog: Harus Segera Ganti Yang Baru

Kwalitas beras bantuan yang mereka terima dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Bulog. “Berasnya agak kuning sama banyak batunya. “Kata R, warga RW 015 kepada wartawan Senin, 19/08/2024.

Ketika beras hendak dimasak, R harus mencampur beras bantuan tersebut dengan beras berkualitas lebih baik yang dia miliki.

Kualitas Bantuan Beras yang Diterima Warga Tasikmalaya Buruk, Bulog: Harus Segera Ganti Yang Baru

Kalau sebelumnya beras yang diterima KPM lumayan bagus tetapi kenapa sekarang Berasnya yang diterima KPM dari pihak RW pada Jumat 16 Agustus 2024, sangat buruk dan berwarna kuning serta banyak batunya.

Perbedaan Beras Premium dan Medium

Segi Warna

Beras medium memiliki warna yang lebih semu atau lebih buram, jika dibandingkan dibandingkan dengan beras premium. Sementara, beras premium akan terlihat lebih terang.

“Secara kasat mata, memang nggak terlalu terlihat. Tapi, kalau diperhatikan yang medium (warnanya) lebih semu, dibandingkan yang premium. Premium lebih terang.

Patahan Butiran Beras

Jika dilihat dari sisi butiran beras yang patah (broken), beras medium memiliki tingkat kepatahan lebih tinggi yakni di atas 10%. Sedangkan, beras premium yang tingkat kepatahannya hanya 0-10%. “Dari tingkat broken (patahan bulir), kalau beras medium lebih banyak yang patah, daripada beras premium,” jelasnya.

Berdasarkan laman Kementan, beras dengan persentase beras kepala (butir hampir utuh hingga utuh) >95% dan derajat sosoh 100% kita sebut beras premium, sedangkan beras dengan persentase beras kepala <95% kita sebut beras medium.

Kebersihan Beras

Pada beras medium, akan kerap ditemukan bulir beras yang bercampur dengan kotoran, seperti batu atau gabah. Sementara, kotoran-kotoran semacam itu tidak ditemukan di beras premium.

Kualitas Nasi

Perbedaan beras premium dan medium juga bisa dilihat dari kualitas nasi yang dihasilkan. Beras premium memiliki tampilan nasi yang lebih pulen, dan rasa yang lebih nikmat daripada beras medium.

Harga

Secara umum, harga beras premium tentu akan lebih mahal daripada beras medium. Beras premium di pasaran harganya mahal, dengan kandungan gizi lebih rendah dari beras medium.

Mutu Beras

SNI 6128-2015 mensyaratkan kelas mutu beras medium I mengandung beras kepala minimal 78% dan beras patah maksimal 20% dengan derajat sosoh 95% dan kadar air beras maksimal 14%.

Beras medium dengan rendemen bisa mencapai 63% dan kaya gizi terutama serat, juga makin tinggi derajat sosoh, makin rendah kadar mineral dan vitamin pada beras.

Melansir laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbang), beras mutu terbaik menurut SNI ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95% dan beras patah maksial 5% dengan derajat sosoh 100% dan kadar air maksimal 14%. Dari karakternya, sebetulnya beras medium yang lebih murah dari premium ini, lebih bergizi.

(Red**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *