KUPANG, || Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto, MT, mengumumkan alokasi dana sebesar Rp. 984 miliar untuk membangun 58 paket jalan dan jembatan di wilayah tersebut. Menurutnya, dari jumlah tersebut, 43 paket merupakan proyek single year dan 15 paket lainnya multi years. Meskipun terjadi sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, anggaran ini masih mendekati jumlah sebelumnya. Junianto juga mengungkapkan bahwa ada tambahan alokasi khusus untuk Infrastruktur Jalan Daerah (IJD), dengan 41 paket jalan dan jembatan telah diusulkan, termasuk pembangunan dua jembatan penting di Amfoang dan Jl El Tari Kupang. Namun, keputusan akhir masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Total alokasi anggaran untuk IJD tahun ini mencapai Rp1,3 triliun, dan semua kabupaten/kota di NTT telah mengajukan proposal untuk proyek-proyek ini. Validasi telah dilakukan, dan saat ini pihaknya hanya menunggu daftar final untuk memulai proyek-proyek ini.
“Paket reguler tahun 2024 sebanyak 43 paket single year dan 15 paket multi years. Jadi total semua 58 paket yang sudah berkontrak,” ungkap Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto, MT, pada Kamis (22/2/2024). Ia menjelaskan tentang alokasi dana sebesar Rp. 984 miliar untuk membangun 58 paket jalan dan jembatan di NTT.
“Dibandingkan tahun kemarin, sebenarnya sama. Tahun kemarin 1.038 Triliun. Tahun ini mendekati. Alokasi anggaran itu di luar IJD atau Inpres Jalan Daerah,” tambahnya.
Ia merincikan perbandingan alokasi dana dengan tahun sebelumnya.
“Ada 41 Paket IJD termasuk jembatan ada 2 yaitu Kapsali di Amfoang, dan duplikasi jembatan Liliba di Jl El Tari Kupang,” jelas Agustinus.
“Total usulan anggaran IJD tahun ini Rp1,3 Triliun. Tahun ini semua Kabupaten/Kota sudah usulkan IJD. Sudah dilakukan validasi, tinggal menunggu daftar tetap,” tutupnya.
Ia juga menyoroti proses penyelesaian proposal-proposal proyek infrastruktur yang masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
(Dessy)






