KUPANG, || Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2023 berhasil menangani 20 paket kontraktual dengan total anggaran mencapai Rp.460 miliar. Menurut data hingga November 2023, progres pembangunan jalan nasional dan Inpres Jalan Daerah (IJD) sudah mencapai 75 persen, dengan keuangan mencapai 65 persen.
Chandra Syah Parmance, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT, menyampaikan bahwa dengan adanya ke-enam Paket IJD tersebut membuat anggaran tahun 2023 meningkat sebesar kurang lebih 30 persen dari paket sebelumnya.
“Paket-paket ini tersebar di lima PPK dengan total anggaran Rp.160 miliar, dan progres fisik mencapai 60%. Di antaranya, pembangunan jalan Tetaf, Kefa Kukun – Maurisu, Nenuk – Dafala Atambua, jalan Oelolok – Bokis, dan dalam kota Atambua (Adi Sucipto dan Patimura), Umakatahan-Naimana,” ungkap Chandra.

Detail progres pekerjaan mencakup pembangunan jalan Tetaf – Simpang Niki Niki di Kabupaten TTS, peningkatan jalan Kukun – Maurisu di Kabupaten TTU, serta pembangunan Jalan Umakatahan-Naimana di Kabupaten Malaka. Secara keseluruhan, progres pekerjaan hingga Desember 2023 mencapai rata-rata 60%, dan semua pekerjaan dijadwalkan akan selesai pada 31 Desember 2023.
Dia merincikan, progress ruas ke-6 paket pekerjaan Inpres Jalan Daerah (IJD) yang ditangani adalah pembangunan jalan Tetaf -Simpang Niki Niki di Kabupaten TTS yang ditangani PPK 2.1 realisasi fisik 13,8 KM dengan Nilai Kontrak Rp. 42.720.000,000.
Kemudian peningkatan jalan Kukun – Maurisu di Kabupaten TTU yang ditangani PPK 2.4 realisasi fisik 7,15 KM dengan Nilai Kontrak Rp. 17.695.925.000.
Pembangunan Jalan Umakatahan-Naimana di Kabupaten Malaka yang ditangani PPK 2.5 dengan Nilai Kontrak 6,65 KM , RPM Rp. 27.441.122.000.
Sementara PPK 2.2 Provinsi NTT menangani tiga paket IJD masing-masing Pembangunan Jalan dalam Kota Atambua 3, 98 KM, Rp. 15. 960. 950.000 (RPM). Selain itu pembangunan Jalan Nenuk -Dafala di Kabupaten Belu sepanjang 11 Km dengan nilai Rp. 31. 512.936. 000 (RPM) serta Pembagunan jalan Oelolok -Bokis di Kabupaten TTU dengan nilai kontrak 7.36 Km. Rp. 18.381.435. 000 (RPM).
Meskipun dihadapi tantangan, terutama pada paket Tetaf yang merupakan yang terpanjang, Chandra menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, berkualitas, dan sesuai anggaran, terlebih lagi dalam kondisi musim hujan.
“Paket IJD tahun 2023 masih difokuskan di daratan Timor, dan saat ini tidak ada kemungkinan ekspansi ke Alor-Pantar pada tahun 2024.
Tantangan terbesar kami adalah paket Tetaf karena terpanjang dan memiliki masalah sumber daya,” jelasnya.
Chandra berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar untuk mempercepat pengerjaan jalan ini. “Harapan saya pengerjaan jalan ini bisa lancar di akhir Desember. Tentunya perlu dukungan masyarakat, apalagi ini sangat bermanfaat dalam mempermudah jarak tempuh dan menurunkan biaya logistik,” Pungkasnya.
(Dessy)






