SERGAP.CO.ID
SUMBA TENGAH, || Teknisi memasang jaringan pipa Meteran PDAM untuk mengalirkan air kerumah warga dikompleks pintu batu,desa Kabelawuntu,kecamatan Katikutana.Selasa,24 Oktober 2023 Petugas PDAM melakukan segel meteran air milik pelanggang yang rajin membayar tagihan perbulan,kami belum tahu penyebabnya??.
Seorang pelanggan PDAM yang juga peternak ayam potong dikompleks Pintu Batu desa Kabelawuntu,kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, M.Nor kecewa kepada petugas PDAM kabupaten Sumba Tengah, saat dikonfirmasi media ditempat peternak ayamnya,M.Nor sampaikan, dimana petugas PDAM langsung segel meteran air tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, padahal kami terus membayar tagihan selama 22 bulan kepada petugas penagihan nama panggilan (Rudi), dulunya petugas PDAM, tetapi sekarang Rudi sudah lulus P3K.
Kewajiban pelanggan harus bayar,kami bayar terus tagihan setiap bulan dan selama 22 bulan tidak pernah telat. Kami kesal kepada petugas PDAM yang langsung segel Meteran air yang seharusnya menanyakan dulu kepada kami pelanggan, apakah kami telat bayar atau tidak?, selama ini petugas PDAM yang Lama (Rudi) yang datang tagih bayaran air PDAM, oleh sebab itu kami meminta kepada kepala PDAM kabupaten Sumba Tengah memanggil pak Rudi mantan pegawai PDAM tersebut agar bertanggung jawab atas masalah ini yang merugikan pelanggan PDAM yang sudah membayar tagihan bulanan.Kami mendengar pak Rudi sudah lulus P3K,tetapi bukan lepas tanggung karena beliau mantan pegawai PDAM sebelum lulus P3K, “pungkasnya pada sergap
Selanjutnya,M.Nor mengatakan dengan rasa kecewa,tidak hanya meteran air milik saya yang disegel petugas PDAM,tetapi masih ada pelanggan PDAM lainnya nasib sama seperti saya.Lalu kenapa petugas PDAM sampai segel meteran air sedangkan setiap bulan kami bayar.Semua pelanggan PDAM terus terang kecewa dengan kejadian ini,kita sebagai pelanggan sudah dirugikan dengan masalah ini.Untuk itu kami minta kepada kepala PDAM kabupaten Sumba Tengah segera memanggil mantan petugas PDAM yang kini sudah lulus P3K yaitu” (RUDI),karena banyak pelanggan yang dirugikan oleh oknum tersebut (Rudi).
Selama 22 bulan saya bayar terus,masa di kantor PDAM tidak kroscek pelanggan yang bayar dan tidak bayar, sedangkan bukti pembayaran ada pada kami,kemungkinan petugas tagih bulanan tidak setor dikantor sehingga kantor PDAM segel meteran pelanggan,kami heran terkait masalah ini,dan apa penyebabnya, ternyata alasan petugas yang segel meteran kami bahwa tidak bayar bulanan oleh pelanggan,aneh dan lucu,kami bayar terus kalau datang tagih oleh Pak Rudi mantan pegawai PDAM yang sekarang lulus P3K.
Tegas M.Nor pada media, bahwa saya sudah bayar 5 juta lebih selama 22 bulan, saya cek dikantor PDAM, yang seharusnya saya bayar Rp.2.370.000 ( dua juta tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah), kami pelanggan percaya saja petugas tagih bulan karena mereka pegawai PDAM, kalau datang tagih bulanan,kadang bawah kwatansi, kadang tidak,juga kadang melalui WA pribadinya. Pertanyaan saya,uang yang dibayar oleh pelanggan setiap bulan kemana ya?.
Sekali lagi kami minta kepada Kepala PDAM segera memanggil (Pak Rudi) mantan pegawai PDAM yang sekarang lulus P3K untuk memberikan penjelasan terkait masalah ini,”jelasnya.
(MSS**)






