SERGAP.CO.ID
KUPANG, || Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-146, Balai Karantina Pertanian (BKP) Klas 1 Kupang telah menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menggelar aksi donor darah yang menghasilkan 50 kantong darah yang diberikan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Aksi donor darah ini merupakan wujud dari Karantina Peduli terhadap sesama,” ujar Plt. Kepala BKP Klas 1 Kupang, Khaerudin, saat acara donor darah di kantornya pada Selasa (10/10/2023).
Menurut Khaerudin, target nasional untuk jumlah kantong darah yang harus terkumpul adalah 14.600, sesuai dengan usia Karantina. Di Kupang, aksi donor darah ini diselenggarakan di dua lokasi, yaitu BKP Klas 1 Kupang di Tenau dan Wilker PLBN Motaain.
“Dari 119 peserta yang mendaftar, akhirnya sebanyak 50 orang yang berhasil melakukan donor darah, dan kami berharap bahwa PLBN Motaain juga akan berhasil dalam mendonasikan banyak kantong darah,” harap Khaerudin.
Selain aksi donor darah, perayaan HUT Karantina juga mencakup berbagai kegiatan seperti Karantina Award yang akan diberikan kepada pegawai yang menjadi teladan, serta berbagai cabang olah raga seperti tenis meja, bulutangkis, dan catur yang akan dipusatkan di Jakarta.
“Di tingkat daerah, terdapat lomba video memasak yang diadakan oleh Dharma Wanita serta Virtual Competition, seperti tarik tambang, lari, dan bersepeda,” jelas Khaerudin.
Secara internal, ada rencana peluncuran Podcast Pertanian dan pelatihan teknis dalam akselerasi ekspor produk pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Kupang.
“HUT kali ini juga menjadi momen penting untuk merayakan transformasi Balai Karantina, yang sebelumnya merupakan bagian dari Kementerian Pertanian dan sekarang telah menjadi lembaga mandiri,” kata Khaerudin.
Khaerudin berharap bahwa Balai Karantina akan semakin kuat, kompetitif, unggul, transparan, dan dapat dipercaya.
“Selain itu, kita juga berharap bahwa target untuk menjadikan Kupang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta menjaga Lahan Sawah yang Dilindungi Lumpy Skin Disease (LSD) dapat tercapai,” tegasnya.
Intinya, upaya ini bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber daya hewan dan tumbuhan dari ancaman penyakit, dan menjadi bukti konkret bahwa Balai Karantina Klas 1 Kupang turut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan.
(Dessy)






