“SMA Terindah di Kota Kupang, SMAN 12 Gelar MPLS yang Berbeda!”

Caption : Acara Penutupan MPLS SMAN 12 Kota Kupang di halaman sekolah.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Sebanyak 102 siswa baru SMAN 12 Kota Kupang diketahui telah menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan cara yang unik dan menarik.

Bacaan Lainnya

MPLS kali ini tidak hanya memperkenalkan tata tertib, lingkungan, dan aturan sekolah, tetapi juga melibatkan siswa dalam menjalin komunikasi langsung dengan berbagai pihak di sekolah, termasuk penjaga sekolah, dewan guru, TU, dan kepala sekolah.

Kepala SMAN 12 Kota Kupang, Alex Suni, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan, “Kami sadar bahwa para siswa ini berasal dari berbagai daerah seperti Bolok, Nitneo, Manulai, Osmok, dan berbagai sekolah lainnya. Oleh karena itu, perkenalan ini penting agar mereka dapat mengikuti aturan sekolah SMAN 12 Kota Kupang.”

MPLS dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juli 2023, lebih awal dibandingkan dengan sekolah lain. Hari ini merupakan hari ketiga dan juga penutupan penerimaan siswa baru. Dari kuota 108 siswa, SMAN 12 Kota Kupang berhasil menerima 102 siswa.

Ia menuturkan selama tiga hari MPLS, kegiatan pertama diberikan materi tentang wawasan, cara belajar, dan pengembangan karakter. Pada hari kedua, siswa mendapatkan materi tentang kesehatan, peraturan disiplin, dan tata tertib yang dipimpin oleh Kapolsek Lalulintas – Alak tentang patroli keamanan siswa.

Selain itu, MPLS juga memiliki tujuan untuk mengembangkan bakat siswa sesuai minat masing-masing, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan di masa depan. Alex Suni menyatakan, “Kami akan melatih siswa dalam berbagai tarian tradisional maupun modern, agar mereka dapat mengikuti perlombaan di tingkat Kota/Provinsi.” jelasnya.

Tahun ini, SMAN 12 Kota Kupang mengalami penambahan jumlah siswa baru sebanyak 102 siswa dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya menerima 95 siswa. Hal ini disebabkan oleh jarak yang jauh antara rumah siswa dengan sekolah yang terlampau jauh.

Lebih lanjut, Alex Suni menjelaskan bahwa para guru telah mempersiapkan SOP Satuan Pendidikan melalui In House Training (IHT) guna menghadapi peserta didik di SMAN 12 Kota Kupang. Pada tanggal 31 Agustus 2023, kegiatan belajar-mengajar diharapkan dapat berjalan normal.

Menariknya, SMAN 12 Kota Kupang juga akan memasuki Kurikulum Merdeka Berbagi. Ini berarti semua perangkat guru akan dibuat secara mandiri dan inovasi tersebut akan diajarkan kepada sekolah lain.

Alex Suni, sebagai pemegang kendali, memiliki target agar SMAN 12 Kota Kupang bisa menjadi “Sekolah Terindah” sesuai dengan hashtag yang mereka gunakan. Meskipun menghadapi kendala tekstur tanah yang berbatu, SMAN 12 Kota Kupang tetap berkomitmen untuk terus berbenah. Alex Suni menyatakan, “Kami berharap walaupun kami terbilang kecil, kami memiliki nyali besar untuk melakukan banyak hal meskipun dengan dana Bos yang terbatas. Kami tetap berusaha mewujudkannya.” Ungkapnya.

Dalam upaya mencapai visi tersebut, SMAN 12 Kota Kupang berjumlah 9 guru penggerak yang selalu didorong untuk menjadi teladan bagi siswa dalam mendorong semangat belajar anak.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *