SERGAP.CO.ID
KAB. PESSEL, || Karena dinilai tidak fokus mengembangkan pembangunan akhlak dan pendidikan atau lebih mengutamakan pembangunan fisik dan infrastruktur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mendapat kritikan dari Anggota Komisi IV DPRD Pessel, Ikal Junaidi. Kritikan itu dia sampaikan saat hearing Senin (8/5) di ruang rapat DPRD setempat.
“Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel dikembalikan ke khitahnya yang tugas pokok dan fungsinya melaksanakan pengembangan pendidikan, agar kualitas pendidikan di daerah ini semakin baik. Tentunya dalam prestasi dan tingkat kelulusan. Bukan malah beralih menjadi Dinas Pekerjaan Umum (PU),” katanya kepada awak media.
Disampaikan bahwa pihaknya menilai dan mengamati bahwa dunia pendidikan di daerah itu belum membawa perubahan berarti untuk masyarakat. “Kami katakan demikian karena anak-anak pelajar seperti SD, SMP banyak yang tidak berakhlak dan berbudi pekerti serta tidak beretika dan tidak bermoral,” ujarnya.
Lanjut Ikal salah satu contohnya, banyak pelajar di saat jam belajar berkeliaran di luar sekolah, bahkan merokok terang-terangan. Parahnya lagi di setiap hiburan orgen tunggal atau kafe-kafe hiburan, banyak pelajar yang ikut menikmatinya seolah-olah mereka seperti orang dewasa saja, yang tidak peduli umurnya belum baliq.Salah satunya saat suasana lebaran, pelajar SD, SMP ini sering melakukan perkelahian dan menimbulkan permasalahan besar dalam bentuk kegiatan perang-perangan dengan senjata berpeluru plastik. Sehingga mengakibatkan korban orang yang tidak bersalah.
“Untuk itu saya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel agar bertindak lebih tegas dan bijak dalam menangani masalah ini,” tuturnya.
Dari itu dia berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel yang memiliki anggaran yang sangat besar itu, agar lebih mengutamakan pengembangan program Sumber Daya Manusia (SDM). “Setelah itu baru peningkatan dan pengembangan infrastrukturnya,” tutup Ikal.
Salah satunya saat suasana lebaran, pelajar SD, SMP ini sering melakukan perkelahian dan menimbulkan permasalahan besar dalam bentuk kegiatan perang-perangan dengan senjata berpeluru plastik. Sehingga mengakibatkan korban orang yang tidak bersalah.
“Untuk itu saya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel agar bertindak lebih tegas dan bijak dalam menangani masalah ini,” tuturnya.
Dari itu dia berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel yang memiliki anggaran yang sangat besar itu, agar lebih mengutamakan pengembangan program Sumber Daya Manusia (SDM). “Setelah itu baru peningkatan dan pengembangan infrastrukturnya,” tutup Ikal.
(WH).






