SERGAP.CO.ID
SUMBA TIMUR, || Pembukaan Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tenun Ikat dan Pahikung Sumba Timur merupakan kabupaten terbanyak peserta yaitu 200 orang.
Adapun syarat ATS (Anak Tidak Sekolah) atau tidak melanjutkan pendidikannya/belum bekerja berusia 15-25.

Dengan banyak-nya minat para generasi muda yang ingin belajar Tenun Ikat dan Pahikung Sumba Timur akan memberi dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata Sumba timur
Pembukaan disaksikan secara Virtual oleh Ketua Dekranasda NTT/Bunda Julie Laiskodat sekaligus menjadi narasumber serta didampingi oleh Penanggung Jawab Ketua Dekranasda Sumba Timur/Bunda Merliaty, M.Si.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Sumba Timur yang diwakili Asisten Administrasi Umum serta dihadiri secara virtual dari kemitraan kerjasama MoU dengan UNKRISWINA Salatiga & Pimpinan Asosiasi Sekolah Tenun Berbasis Masyarakat, Perwakilan Pimpinan BRI Cabang Waingapu, Perwakilan Camat 7 Kecamatan
pelaksanaan PKW Tenun dan para master tenun sebagai instruktur dari dosen UnWina materi Kewirausahaan.

Menurut Laporan Ketua Panitia Juniaty Simanullang memaparkan tempat pelaksanaan mencakup 10 titik yaitu : 1. Sekolah Tenun Berbasis Masyarakat 2. LKP Anugrah Anak Sumba 3. Rumah Tenun Lambanapu 4. Rumah Tenun Kalu 5. Rumah Tenun Mauliru 6 Rumah Tenun Palindi 7. Rumah Tenun Katorak 8. Kantor Desa Watuhadang 9. Rumah Tenun Kaliuda 10. Rumah Tenun Tana Tuku.
Dasar Pelaksanaan PKW Ikat dan Pahikung Sumba Timur berdasarkan Peraturan Dirjen Pendidikan Vokasi Nomor 1 Tahun 2022 tentang Teknis Bantuan Pemerintah Program Kecakapan Wirausaha Tahun 2022. Dengan pemberdayaan, keberlanjutan dan perlindungan Tenun,
Pelaku dan Budaya sebagai pelestarian keterampilan warisan leluhur bangsa Indonesia.
Tenun Sumba Timur secara khusus memiliki nilai filosofi leluhur dari motif dan warnanya.Proses pelaksanaan pembelajaran program PKW Tenun bekerjasama dengan Usaha Mikro dan Menengah/UMKM, pihak BRI, dan platform digital.Strateginya menggunakan pendekatan praktik, praktik produksi, simulasi, learning by doing atau belajar dengan melakukan praktik tenun yang kontekstual secara berkelompok.

Sementara Kurikulum PKW yang akan di dapat adalah”
1. Pendidikan karakter dan Kewirausahaan
2. Keterampilan tenun 3. Pemasaran dan Akses Permodalan.
Semuanya mencakup 200 jampel dengan 6 jam/hari kerja dari Senin-Jumat selama 34 hari dari tanggal 10 Oktober-24 November 2022.Diharapkan dalam kegiatan PKW bisa mencapai target luaran/output yang maksimal dan Suistanable Goalsnya.
Sebelumnya Ketua Panitia juga menyampaikan sebuah pantun menutup laporannya: Keliling Sumba Timur Melirik Pesona Budaya Tenun, Singgah sebentar di Rumah Tenun,Guna mendukung PKW Tenun,Bisa semuanya sangatlah berarti,”ungkapnya.
(Ms/Sergap)






