SERGAP.CO.ID
KAB. KUNINGAN, || Kegiatan Sosialisasi TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah dengan Metode Reduce, Reuse dan Recycle) di Aula Desa Sukaraja Kecamatan Ciawi Gebang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Senin (6/62022).
Tujuannya agar warga mulai berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari pemilahan sampah di rumah tangganya masing-masing. Mengingat secara umum lingkungan rumah tangga merupakan penghasil sampah terbanyak, baik di perkotaan, termasuk di pedesaan.
Sampah merupakan permasalahan yang sangat kompleks di masa sekarang ini, dan merupakan tanggung jawab kita bersama dalam mengatasinya, kalau kita mau mengelolanya dengan benar sampah juga bisa di jadikan pundi pundi rupiah. Ujarnya Solehudin penggiat pengelolaan sampah selaku pemateri dalam acara Sosialisasi Program TPS 3R ini.
Selain Solehudin, Kasi pengurangan sampah dari Dinas lingkungan hidup Kabupaten Kuningan Dadi Mulyadi, SE.dan pihak bank Kuningan juga memaparkan tentang menejerial pengelolaan keuangan dari program TPS 3R.
Tampak hadir Kepala Desa Sukaraja H. Sudarta, perwakilan dari Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Unsur Muspika Kecamatan Ciawigebang , tokoh masyarakat Desa Sukaraja dan tamu undangan lainnya. Karena Desa Sukaraja merupakan salah satu desa calon penerima program TPS 3R dari empat desa calon penerima program TPS 3R tahun ini.
Di kesempatan yang sama Kepala Desa Sukaraja selain mengucapkan terima kasih kepada pemerintah bahwa Desanya di tunjuk sebagai salah satu calon penerima program TPS 3R, Ia juga berharap dengan program tersebut tujuan sebagai Desa yang sehat bersih dan maju dalam perekonomian nya bisa tercapai.
Lanjutnya Kades, mudah mudahan dengan adaya program TPS 3R ini semoga desa kami menjadi desa yang bersih, sehat serta asri. Namun apa yang di harapkan masyarakat bisa tercapai dan bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pengelolaan sampah.” Ungkapnya.
Sementara Kades juga berharap untuk informasi, TPS-3R dengan sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien. Sehinga hasil pengolahan sampah organik berupa kompos dapat digunakan masyarakat untuk pupuk tanaman di sekitar lokasi TPS 3R, bahkan bisa untuk di jual. “Imbuhnya Kades.
(Agus M)






