SERGAP.CO.ID
BELTIM, || Pertambangan rakyat telah menjadi tumpuan ekonomi masyarakat yang terlibat didalamnya. Hal ini pun tidak menjadi serta merta sumber penghidupan ini bisa langsung tergantikan oleh sektor lain mengingat dampak negatifnya terhadap keberlanjutan ekonomi dan ekologis.
Pertambangan rakyat sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang ini menjadi sentral produksi timah terbesar, otomatis mayoritas masyarakatnya menjadi penambang biji timah ataupun pasir hitam ini yang banyak diburu oleh masyarakat penambang. Demikian juga masyarakat Beltim
Di Beltim, Tambang Timah sebagai penggerak roda ekonomi masyarakatnya. Hal itu tidak dipungkiri. Hal ini memang terjadi. contohnya terlihat jelas ketika aktifitas tambang berjalan daya beli masyarakat meningkat dan mampu membuat stabil ekonominya.
Beltim sama seperti daerah lain dilanda situasi pandemi Covid-19, perekonomiannya mengalami kelumpuhan, namun ekonomi Beltim tetap bergerak bahkan cenderung meningkat ekonomi masyarakatnya.
Masyarakat yang tingkat kehidupan ekonominya serba terbatas memang melihat bahwa ekploitasi bijih timah ini merupakan kesempatan untuk dapat bertahan hidup.
Sektor pertambangan rakyat masih menjadi lapangan pekerjaan utama yang cukup signifikan bagi masyarakat Beltim. Mulai dari kelompok penambang hingga pembeli timah memanfaatkan pendapatan dari menambang untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk biaya pendidikan dan berobat.
Kehadiran TI juga mendatangkan peluang ekonomi lainnya, terbukti adanya para reman masak, bermunculannya para pedagang yang berjualan di warung-warung dan pasar malam serta tingginya harga jasa pertukangan di desa ini. Juga, Keterlibatan perempuan di komunitas ini pun nampak sebagai pelimbang dan preman masak serta membuka usaha warung kecil yang turut membantu ekonomi keluarga.
Salah satu penambang yang juga merupakan tokoh masyarakat AJ berharap kepada Pemerintahan Daerah agar masyarakatnya bisa segera bekerja menambang lagi seperti sebelumnya dan jangan terkesan dibiarkan menggantung, serta diabaikan.
” Saat ini tambang timah rakyat off sehingga kami tidak bisa bekerja tambang, tentu ini sangat menghawatirkan, kami yang punya keluarga yang harus dikasih nafkah makan dan biaya pendidikan anak” Ujar AJ.
Dikatakannya bahwa dirinya serta masyarakat Damar khususnya dan masyarakat Beltim umumnya yang keseharian berprofesi sebagai penambang timah untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya.
“ Kepada Pemerintah Daerah tidak hanya memikirkan protes satu orang atau kelompok saja, namun pemerintah memikirkan masyarakat yang butuh pekerjaan mencari nafkah keluarga serta biaya kelanjutan sekolah anak. Dari dulu kami adalah penambang, seharusnya aktivis juga punya solusi bukan hanya protes dan melarang, coba apa yang aktivis bisa buat ketika tambang di Stop, bisakah aktivis berikan solusi dan pekerjaan buat kami, jangan hanya bisa selamatkan lingkungan, mangrove dan DAS saja, berikan solusi buat kami masyarakat yang butuh pekerjaan. “Paparnya.
AJ juga berharap sangat kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD dan Pemerintah Daerah untuk segara bersikap tegas agar tidak berlarut yang dikhawatirkan akan berdampak kepada sosial ekonomi masyarakat dan berefek Daerah tidak aman.
” Sudah seharusnya DPRD, Pemerintah Daerah, beserta Instansi terkait juga harus dapat berikan solusi dan bersikap yang terbaik agar roda ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di tambang timah dapat berjalan, karena kalau berlarut bukan mustahil bisa terjadi tindakan kriminal, Daerah tidak aman, situasi menjadi tambah parah” Pungkas AJ kepada awak media.
Sementara, salah seorang Pemilik warung kopi mengeluhkan atas sepinya pengunjung di warkopnya karena imbas dari di offnya tambang timah beberapa hari yang lalu.
” Baru berapa hari stop (tambang timah – red) warkop sepi, liat itu pasar juga sepi bagaimana jika lama (tambang timah off – red)” Imbuh pemilik warkop.
Tidak dapat dipungkiri, begitu masih berarti dan bergantung nya masyarakat penambang Beltim untuk menambang kembali. Untuk itu, Pemerintah Daerah harus bijaksana dan memberikan solusi demi peningkatan ekonomi masyarakat, rakyat Belitung Timur.
(Vn)






