SERGAP.CO.ID
KAB. AGAM, || Sungguh tak terduga Inspektorat Kabupaten Agam tak berkutik untuk membongkar penggunaan dana APB Nagari Malalak Barat dua tahun berturut-turut 2015/2016 tanpa SPJ,konon jumlahnya cukup fantastis, sekitar Rp3 Milyar.
Hal ini kembali menghangat saat tim investigasi sambangi Nagari Malalak Barat beberapa hari yang lalu.
Salah seorang tokoh masyarakat minta tidak sebut namanya mengatakan bahwa mondisi penggunaan dana APB Nagari Malalak Barat tahun 2015/2016 seperti hilang ditelan bumi tak meninggalkan bekas sedikitpun juga.
Padahal Inspektorat Agam telah menggelutinya, sepertinya Institusi pemerintah, pemeriksa internal Pemkab Agam itu tidak mampu untuk membuktikan kepiawaiannya untuk bertindak. Ada apa?
Sebagai masyarakat awam sangat berharap pada Dinas Inspektorat dapat membuktikan bahwa penegakan indisiplioner di kalangan birokrasi tidak tebang pilih.
Beranjak dari kasus tersebut dan tidak terbantahkan bahwa Inspektorat hanya mampu menyelesaikan kelebihan “ATK,Snack.
Untuk masalah Malalak Barat,mestinya sudah ranahnya penegak hukum (Kejaksaan/kepolisian)ujar tomas.
Dilain tempat,salah seorang tomas yang juga minta tidak sebut namanya mengatakan, sudah selayaknya publik tahu sampai dimana elektabiltas dan poweritas Inspektorat untuk menyelesaikan kasus Nagari Malalak Barat tersebut.
Kita berharap dengan adanya kasus-kasus yang menyeret oknum aparatur desa, menjadikan pengelolaan keuangan dana desa benar-benar sangat perlu untuk dikawal, dan diawasi oleh semua lapisan untuk mencegahnya tindakan korupsi dalam pengelolaan keuangan desa.
Begitu juga dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang turut mendukung dalam pencegahan tindakan pidana korupsi di dana desa yakni dengan mengeluarkan PERMENDES PDTT Nomor 24 Tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan di Lingkungan Kementerian Desa.
Selasa 22/11/21 sekitar jam 9:30 Plt Sekretaris Inspektorat Kabupaten agam, Nauval diruangannya mengatakan saat ini kita belum bisa menjawab secara detail, saya akan tanyakan dulu pada tim pemeriksa kasus tersebut.Agar konfirmasi dari wartawan dapat saya jawab sesuai dengan faktanya. Ucap Nauval.
Sementara itu Ketua Dpw Lsm Garuda NI Sumbar sangat berharap adanya ketranfaransian informasi publik, terkait gunakan uang negara. Khusus dugaan penggunaan APB Nagari Malalak Barat tanpa SPJ menemui jalan terang.ujar Rahmatsyah yang akrab disapa Bj Rahmad.
(Zam )






