SERGAP.CO.ID
MUARA ENIM, || DariHasil pantauan seleksi Calon Kepala Desa yang di selenggarakan oleh Panitia dari Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa(DPMD) Kabupaten Muara Enim di nilai tidak transparan penuh dengan kepentingan dan tidak memnggunakan azaz keterbukaan.
Hal ini di ungkapkan oleh salah satu peserta calon kades dari Desa Penanggiran kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim berinisial “AGP” beserta para tim relawan nya sangat merasa kecewa.
Diduga hasil data rekap yang diterima tidak sesuai dan dinilai ada sarat dugaan rekayasa dari sistem aplikasi ujian seleksi para calon Kades yang diikuti bersama 6 Calon Kades Penanggiran tersebut. “Ujarnya
Kami sangat kecewa sekali dari hasil yang kita terima selama seleksi tersebut berlangsung kemarin (26/07), di DPMD Muara Enim diduga sarat kepentingan dan kami meminta diulang kembali. Nilainya sangat janggal dari calon lainnya yang kategori statusnya ada yang lulusan paket C serta nilainya ada yang sama untuk beberapa calon Kades. “Bebernya AGP dan tim suksesnya itu Saat mendatangi kantor PMD Jum’at (27/08).
Dikatakannya, kami mencurigai bahwa sebelumnya kami juga telah mendapatkan kalimat dari salah satu oknum yang ada didesa bahwa pencalonan nya bakal tidak masuk atau lolos seleksi di pengisian data aplikasi seleksi calon kades tersebut.
” Keberatan dan meminta verifikasi ulang seleksi calon Kades yang difasilitasi PMD Muara Enim dan kecewa kami mempertanyakan hasil data yang kami peroleh,” beber AGP dan tim suksesnya saat di kantor PMD Muara Enim itu pada media ini.
Sebaik nya di ulang saja sebelum hasil tes tersebut di umumkan pada tanggal 13 September 2021 mendatang, ini akan menimbulkan masalah baru bagi DPMD, warga menilai panitia bermain mata dengan calon yang punya kepetingan tersebut. “Pungkasnya.
Salah satu warga Muara Enim Permahati Pemerintah juga Pensiunan PNS ini, Hasbullah mengamati seleksi yang dibadakan oleh DPMD Muara Enim.saya nilai kurang ketat nya dalam memverikasi sarat sarat administrasi yang sesuai berdasarkan undang undang, ini terlihat dari calon desa Tanjung calon tersebut ada delapan orang. Namun harus di gugurkan tiga orang menjadi lima orang calon, tapi saya nilai panitia kurang selektif dalam menentukan calon yang berpontensial. “Terangnya.
Sebaik nya Panitia lebih mengutamakan bagi calon yang memang ijasah mulai dari bangku sekolah, kalau memang sudah tidak lagi baru panitia memanfaatkan calon yang menggunakan ijasah paket. “Ungkap Hasbullah.
Calon yang berasal dari Desa Tanjung ada calon nomor 5 tersebut hanya menggunakan paket B dan tidak mempunyai ijasah SD. Ini yang menjadi pertanyaan kenapa dinas pendidikan mengeluarkan ijasah paket B tapi tidak mempunyai dasar ijasah SD. Menurut info calon tersebut Pengganti Ijasah SD menggunakan Rekomendasi surat keterangan kades dan camat setempat, ini yang jadi pertanyaan kenapa tim ITE Inspektorat daerah tidak selektif dalam penerimaan bagi calon kades tersebut. “Tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas (Kadin) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim Rusdi, melalui Darmin.SE, selaku kepala bidang pemerintahan dan penataan wilayah desa yang juga terlibat dalam tim calon kades Sekabupaten Muara Enim tersebut, mengungkapkan bahwa PMD selaku Fasilitas dalam penyeleksi para calon kades se-Kabupaten Muara Enim dan terkait sistem seleksi menggunakan aplikasi dan penilaian dalam seleksi tersebut yakni tim kominfo dan pakar ahli telematika atau sistem ITE yang berkompeten menjelaskan.
Selanjut nya keberatan serta kekecewaan nya bagi para calon kades akan kita tampung dan pihaknya segera secepatnya akan memanggil tim ITE dan Kominfo yang terlibat dalam seleksi para calon kades tersebut.
” Ya, nanti tim kominfo dan tim ITE sebagai pihak terkait dipanggil untuk menjelaskan secara transparan terkait lulus dan tidaknya para calon kades yang melaksanakan ujian berbasis aplikasi itu. Pihak PMD dalam hal ini sebagai fasilitasi dan terkait veripikasi ikut tes mengisi soal berbasis aplikasi yang telah muncul dan di isi oleh calon kades itu wewenang nya ada pada tim Kominfo. ”Tegas Darmin.
Dari hasil pantauan media ini tampak di aula kantor PMD Muara Enim tersebut masih berlangsung para calon kades mengikuti seleksi Uji kompetensi berbasis aplikasi yang di ikuti beberapa desa dari Kecamatan Kabupaten Muara Enim
(Hermansyah)






