P3TGAI 2027 Mulai Diusulkan, NTT Diminta Bergerak Cepat

Caption : Kegiatan Serah Terima Pekerjaan P3TGAI TA 2026 di Kabulateb Belu.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pengusulan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun 2027 telah dibuka sejak Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Pemerintah daerah dan anggota DPR RI diminta segera mengajukan usulan agar program dapat dimulai lebih awal dan menghindari pemotongan anggaran seperti tahun sebelumnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP.5 Pemanfaatan Irigasi Air Tanah (PIAT), Ghozali Mahmud, ST., MT., mengatakan, hingga 26 Oktober 2026, usulan P3TGAI bisa dari P3A, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten/Kota, Provinsi, serta DPR RI.

“Pengusulan untuk 2027 sudah dibuka sampai minggu pertama Desember. Kami berharap Januari sudah bisa dimulai sehingga Februari program P3TGAI sudah berjalan,” kata Ghozali.

Menurut dia, percepatan pengusulan dilakukan untuk menghindari pemotongan anggaran seperti tahun ini. Setiap lokasi seharusnya menerima Rp195 juta untuk kelompok penerima manfaat, ditambah Rp25 juta untuk operasional pendampingan. Namun, tahun ini terjadi pemotongan Rp5 juta per lokasi.

Ghozali menjelaskan, pemerintah pusat menyediakan kuota sekitar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun untuk P3TGAI secara nasional. Anggaran tersebut menjadi perebutan seluruh provinsi sehingga pengusulan perlu dilakukan secepatnya.

“Kalau kuota sudah mencukupi, pengusulan akan ditutup. Karena itu, daerah harus segera mendaftar,” ujarnya.

Ia menambahkan, NTT memiliki banyak usulan melalui DPR RI. Saat ini, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi tingkat balai kepada dinas PU kabupaten melalui pertemuan daring.

Dalam pelaksanaan program, dana P3TGAI langsung ditransfer ke rekening ketua kelompok penerima manfaat. Pihak balai hanya melakukan pendampingan melalui konsultan manajemen balai (KMB) selama pekerjaan berlangsung.

Ghozali menegaskan, pihaknya tidak diperbolehkan meminta imbalan maupun pungutan dari kelompok petani penerima program.

“Kami tidak boleh meminta insentif atau sepeser pun dari petani P3TGAI karena kami sudah digaji dan memiliki biaya operasional,” tegasnya.

Meski demikian, pelaksanaan P3TGAI 2027 masih menunggu penerbitan SK pendaharaan. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang masih diperhatikan pihaknya dalam mempersiapkan program tahun mendatang.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *