Perantau Sukabumi Jadi Keuchik, Taofik Sudrajat Nikahkan Putri Pertamanya di Nagan Raya

Caption: Keuchik Taufik Sudrajat bersama istri saat resepsi pernikahan putrinya drh. Rafdhayatul Maulida, 06/06/2026 di Suak Palembang, Nagan Raya.

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA, || Momen haru mewarnai resepsi pernikahan putri pertama Keuchik Gampong Suak Palembang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Taofik Sudrajat, Sabtu (6/6/2026). Putri sulungnya, drh. Rafdhayatul Maulida, resmi dipersunting oleh Dr. Chaerol Riezal, S.Pd., M.Pd., dalam prosesi adat Aceh yang berlangsung di kediaman keluarga.

Bacaan Lainnya

Namun, pernikahan tersebut bukan sekadar perayaan keluarga. Di balik acara itu tersimpan kisah perjalanan hidup Taofik Sudrajat, seorang perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang puluhan tahun lalu datang ke Nagan Raya dengan keterbatasan, hingga akhirnya dipercaya masyarakat memimpin Gampong Suak Palembang sebagai keuchik.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Suak Palembang yang sudah menerima saya seperti anak sendiri sejak pertama datang,” kata Taofik kepada wartawan di sela-sela resepsi.

Puncak suasana haru terjadi saat prosesi sungkem. Di hadapan keluarga besar, tamu undangan, dan sang menantu, Taofik menyampaikan pesan penuh makna kepada putrinya yang kini memasuki kehidupan rumah tangga.

“Nak, Ayah titipkan kamu kepada suamimu. Jaga rumah tangga dengan sabar, saling menghargai, dan selalu libatkan Allah dalam setiap langkah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya kepada sang putri yang telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki fase baru kehidupan. “Ayah bangga punya anak seperti kamu. Jadilah istri yang meneduhkan rumah tangga,” lanjutnya.

Di sisi lain, masyarakat Suak Palembang menilai sosok Taofik bukan lagi sebagai pendatang. Ketua Tuha Peut Gampong Suak Palembang, Sariban, mengatakan penerimaan warga terhadap Taofik lahir dari pengabdiannya selama bertahun-tahun kepada masyarakat.

“Beliau adil, merakyat, dan selalu memikirkan kepentingan gampong. Karena itu warga mempercayakan beliau menjadi keuchik. Asal daerah boleh berbeda, tetapi pengabdian beliau kepada masyarakat tidak pernah berbeda,” ujar Sariban.

Resepsi tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Darul Makmur, aparatur gampong, Tuha Peut, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan penghormatan kepada keluarga mempelai sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan sosial antara masyarakat lokal dan warga perantau.

Jajaran Puskesmas Alue Bilie yang diwakili dr. Faizul dan dr. Amel juga hadir memberikan ucapan selamat. Selain itu, manajemen PT Socfindo Kebun Seumayam turut menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi pasangan pengantin baru.

Kisah hidup Taofik Sudrajat menjadi gambaran nyata bahwa integrasi sosial dapat tumbuh melalui kerja keras, pengabdian, dan kepercayaan masyarakat. Dari seorang perantau yang datang tanpa banyak bekal, ia kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Suak Palembang sekaligus dipercaya memimpin gampong. Pernikahan putri pertamanya pun menjadi simbol perjalanan panjang tersebut, bahwa perbedaan asal-usul bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan dan mengabdi kepada masyarakat.

(M. Adhar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *