DELI SERDANG, SUMUT || Desakan publik agar Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendi Antariksa, turun tangan mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik perjudian ilegal di Sumatera Utara terus menguat. Salah satu nama yang disebut dalam informasi yang beredar adalah Koptu JS, anggota TNI yang berdinas di wilayah Pematangsiantar.
Koptu JS diduga terlibat dalam aktivitas pengamanan praktik perjudian ilegal jenis tembak ikan dan togel yang disebut beroperasi di sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Dugaan tersebut memicu perhatian masyarakat karena dinilai bertentangan dengan disiplin dan nilai-nilai keprajuritan.
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan adanya seorang pengusaha berinisial AK yang diduga menjadi aktor utama di balik jaringan perjudian tersebut. Dalam operasionalnya, AK disebut memanfaatkan sejumlah pihak sebagai penghubung di lapangan, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat.
“Pergerakan oknum tersebut dinilai sudah menimbulkan keresahan. Masyarakat berharap ada pemeriksaan yang objektif dan transparan,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain dugaan keterlibatan dalam praktik perjudian, Koptu JS juga disebut kerap berada di luar wilayah tugas tanpa penjelasan resmi. Informasi itu menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat maupun lingkungan internal.
Di sisi lain, muncul pula dugaan adanya intimidasi terhadap sejumlah juru tulis judi (jurtul) agar menyetorkan hasil kepada pihak tertentu. Namun hingga kini, seluruh informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Beberapa sumber juga menyebut adanya ketegangan internal yang diduga berkaitan dengan persoalan tersebut. Meski demikian, informasi mengenai dugaan ancaman maupun konflik antaranggota belum dapat diverifikasi secara independen.
Sorotan publik semakin menguat setelah muncul kabar mengenai insiden seorang warga sipil yang meninggal dunia di kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang. Warga tersebut disebut mengalami serangan jantung setelah terjadi kepanikan di sebuah warung kopi akibat kedatangan sekelompok orang yang diduga melakukan intimidasi.
Dalam informasi yang beredar di masyarakat, beberapa nama lain seperti Yoga alias Syah dan Jakson alias Morang turut disebut-sebut terkait jaringan perjudian yang diduga beroperasi di wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi maupun proses hukum yang menyatakan keterlibatan pihak-pihak tersebut.
Masyarakat berharap institusi TNI melalui Kodam I/Bukit Barisan dapat menindaklanjuti informasi tersebut secara profesional dan terbuka. Penegakan disiplin internal dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Kalau memang tidak terbukti, tentu perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menjadi fitnah. Namun jika ada pelanggaran, masyarakat berharap diproses sesuai aturan yang berlaku,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kodam I/Bukit Barisan maupun pihak terkait lainnya mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas perjudian ilegal tersebut..
(**)






