Makna Spiritual Qurban: Bukti Ketaatan dan Cinta kepada Allah SWT

Caption: Tgk. Agustari Husni, S.Pd.I., M.Pd. foto dokumentasi Indonesia Sergap.co.id/M. Adhar

SERGAP.CO.ID

SUBULUSSALAM ACEH, || Umat Islam di seluruh dunian akan merayakan Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026. Di balik penyembelihan hewan qurban, tersimpan makna spiritual mendalam yang menjadi inti ibadah ini bagi masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Ibadah qurban adalah manifestasi ketaatan, syukur, dan cinta tertinggi kepada Allah SWT, meneladani Nabi Ibrahim AS. Peristiwa ini berakar pada kisah Nabi Ibrahim yang diperintah menyembelih putranya, Ismail AS, sebagai ujian kepatuhan yang tercatat dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an merekam peristiwa itu dalam QS. As-Saffat ayat 102-107. Keduanya menunjukkan kepasrahan total. Ismail rela menyerahkan lehernya, sementara Ibrahim siap melaksanakan perintah Allah meski berat secara batin.

Makna ketaatan ini ditegaskan kembali dalam QS. Al-Hajj ayat 37:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaanmulah yang sampai kepada-Nya.” Ayat tersebut meluruskan pemahaman bahwa Allah tidak membutuhkan daging dan darah hewan, melainkan ketakwaan hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah qurban.” HR. Tirmidzi No. 1493. Hadis ini menjelaskan bahwa qurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada Hari Raya Kurban.

Dari aspek sosial kemasyarakatan, qurban berfungsi sebagai perekat dan penyeimbang kehidupan warga Kota Subulussalam. Pembagian daging kepada fakir miskin, anak yatim, dan kelompok rentan memastikan pemerataan kebahagiaan Idul Adha. Pola pembagian sepertiga untuk mustahik, sepertiga untuk tetangga, dan sepertiga untuk keluarga menumbuhkan gotong royong dan solidaritas antar Kampong.

Dalam konteks spiritual, qurban adalah latihan mematikan hawa nafsu, ego, dan sifat kikir yang bersemayam dalam diri manusia. Penyembelihan hewan terbaik menjadi simbol penyembelihan kecintaan berlebihan pada dunia. Melalui proses ini, seorang hamba diajak kembali menyadari bahwa seluruh nikmat adalah titipan Allah yang harus disyukuri dengan ketaatan.

Dengan demikian, qurban bukan sekadar ritual tahunan bagi masyarakat Kota Subulussalam. Ia adalah momentum pembersihan jiwa, pengingat bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya, dan bukti nyata kepedulian terhadap sesama.

(M. Adhar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *