Anggaran Pelatihan Peternakan BUMDes Linggawangi Dialihkan ke Wisata, Program Warga Belum Jalan

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Program pelatihan peternakan yang dianggarkan melalui BUMDes Wangi Mandiri Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini belum direalisasikan meski telah masuk dalam program tahun anggaran 2025. Di sisi lain, sebagian anggaran kegiatan tersebut diakui sementara dialihkan untuk mendukung pembangunan sektor wisata desa.

Bacaan Lainnya

Direktur BUMDes Wangi Mandiri, Endang Wahyu, mengakui adanya pengalihan sebagian anggaran pelatihan peternakan saat ditemui wartawan di salah satu lokasi wisata yang dikelola BUMDes, Jumat (08/05/2026). Menurutnya, langkah itu diambil karena BUMDes tengah mengejar dua program prioritas sekaligus, yakni pengembangan wisata dan ketahanan pangan.

“Karena BUMDes punya dua target antara wisata dan ketahanan pangan, akhirnya disepakati anggaran pelatihan peternakan Rp50 juta dialihkan dulu sekitar 50 persen untuk pembangunan wisata,” ujar Endang.

Ia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan fasilitas wisata, termasuk kolam renang, dengan harapan objek wisata dapat segera beroperasi dan menghasilkan pemasukan tambahan bagi BUMDes.

“Kalau pelatihannya dilaksanakan dulu, kami tidak bisa membangun kolam,” katanya.

Menurut Endang, hasil dari pengembangan wisata nantinya direncanakan untuk membantu pembiayaan program pelatihan peternakan yang hingga kini belum berjalan. Ia juga menyebut sebagian program ketahanan pangan sudah mulai dilaksanakan, di antaranya pembukaan lahan dan penanaman pohon pepaya dari Dana Desa tahap pertama.

Meski demikian, belum terealisasinya pelatihan peternakan memunculkan pertanyaan terkait tata kelola penggunaan anggaran BUMDes yang bersumber dari Dana Desa. Terlebih, program tersebut sebelumnya direncanakan untuk masyarakat di setiap dusun sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi warga.

Saat ditanya mengenai potensi pelanggaran administrasi akibat pengalihan anggaran, pihak BUMDes menilai program secara keseluruhan masih berjalan dan tetap akan direalisasikan.

“Pelaporan masih berjalan, pertanian juga sudah siap panen. Dari kecamatan juga sudah monitoring dan evaluasi, yang penting programnya tetap dilaksanakan,” dalih Endang.

Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Linggawangi, Fadil, membenarkan bahwa pelatihan peternakan merupakan bagian dari program yang dikelola BUMDes. Ia menyebut total anggaran sektor pertanian dan peternakan mencapai lebih dari Rp200 juta, termasuk pelatihan peternakan sekitar Rp40 juta.

“Memang ini sudah lewat tahun. Saya juga sudah konfirmasi ke pihak BUMDes dan katanya akan tetap dilaksanakan,” ujar Fadil.

Ia menambahkan, keterlambatan program terjadi karena pihak BUMDes masih fokus pada pengembangan pertanian dan wisata desa. Namun kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi sorotan karena pengalihan anggaran kegiatan tanpa penjelasan mekanisme perubahan program dapat menimbulkan persoalan administrasi maupun tata kelola keuangan desa.

(R**)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *