FGD KBLBB Digelar Lagi, Kabayan: Jangan Cuma Jadi Forum Tanpa Aksi
*BANDUNG, – Percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Jawa Barat kembali jadi sorotan. Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM melalui proyek “Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles” atau ENTREV menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Business Matching Infrastruktur KBLBB di Hotel Luxton Bandung, Jumat (8/5/2026).
Acara sehari penuh ini dibagi dua agenda utama. Sesi pagi hingga siang diisi FGD terkait perizinan “Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)”. Sesi siang hingga sore dilanjutkan dengan business matching antara pemilik lahan dan penyedia charging station.
Dalam FGD, badan usaha mengeluhkan kendala perizinan SPKLU di level pemerintah daerah. Duwi Pratiwi, Koordinator Project ENTREV, menyebut banyak dinas tata ruang kabupaten/kota belum terinformasi jelas soal prosesnya.
“Di Jawa Barat banyak badan usaha mengeluhkan kesulitan mengurus perizinan SPKLU. Kendala utama ada di TKKPR dari dinas tata ruang kota. Ada daerah yang belum punya RDTR, jadi prosesnya lebih lama,” ujar Duwi Pratiwi.
FGD menghadirkan narasumber dari BKPM, Ditjen Ketenagalistrikan, Dinas Tata Ruang Kota Depok, Bogor, Bandung, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya mengklarifikasi alur perizinan SPKLU mulai dari level daerah hingga kementerian.
“Harapannya jelas. Mohon bantuan pemerintah untuk bisa membantu percepatan proses perizinan, khususnya SPKLU di Jawa Barat. Pemerintah sedang berusaha memudahkan perizinan agar bisa cepat,” kata Duwi.
Sementara sesi business matching mempertemukan pemilik lahan, asosiasi REI, GAPENSI, kawasan industri, dan perusahaan penyedia charging station.
Kabayan, peserta undangan, menekankan pentingnya kolaborasi. “Kita tidak bisa jalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pemilik lahan jadi kunci percepatan infrastruktur KBLBB. Jawa Barat harus jadi pionir,”ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar forum ini tidak hanya jadi wacana. “FGD dan business matching seperti ini harus sering digelar. Jangan berhenti di forum. Hasilnya harus jadi aksi nyata di lapangan,” tegasnya.
“Di dunia global harga minyak fosil terus naik. Harapannya, elektrifikasi bisa menjaga daya beli masyarakat. Mohon bantuannya untuk mempermudah segala proses pemerintah agar badan usaha gampang investasi dan cepat selesai,” tambah Kabayan.
Kegiatan ini diharapkan mempercepat penyediaan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU di seluruh wilayah Jawa Barat untuk mendukung target transisi energi dan net zero
Penyelenggara: Dinas ESDM Prov. Jabar bersama Ditjen Ketenagalistrikan KESDM Proyek ENTREV
(Dewi) **





