Agustari Husni, S. Pd.I., M.Pd: Takdir Perlu Diraih dengan Doa, Usaha, dan Respon Positif

Caption : Agustari Husni, M.Pd Dosen STAI Jannatul Firdaus Kota Subulussalam Aceh, foto dokumentasi Sergap.co.id/M. Adhar, Rabu (25/03/2026).

SERGAP.CO.ID

SUBULUSALAM, ||Dalam perspektif agama, takdir sering dipahami sebagai ketetapan Allah. Namun, manusia juga memiliki peran aktif dalam menentukan jalan hidupnya. Untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, takdir perlu diraih melalui doa, usaha, dan respon positif, infomrmasi ini disampaikan oleh Agustari Husni, M.Pd Dosen STAI Jannatul Firdaus Kota Subulussalam Aceh, Rabu (25/03/2026).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, Manusia tidak bisa hanya berdiam diri dan mengandalkan takdir. Peran usaha dan doa sangat penting dalam meraih kebahagiaan. Dengan kerja keras, ikhtiar, dan doa, manusia dapat menentukan arah hidupnya.

“Hasil akhir dari usaha manusia adalah bagian dari takdir yang Tuhan tetapkan berdasarkan upaya yang telah dilakukan. Ini menunjukkan bahwa takdir bukan sekadar kepasrahan pasif, tapi ada peran aktif dari manusia,” ujarnya.

“Setiap pilihan hidup manusia, baik yang sesuai atau bertentangan dengan aturan Tuhan, adalah bagian dari takdir yang dipertanggungjawabkan atau hisab. Ini menekankan pentingnya tanggung jawab atas pilihan kita, ” tambah.

Lanjutnya, Respons positif juga memainkan peran penting dalam meraih takdir. Takdir bukan sekadar pasrah, tapi bagaimana manusia merespons apa yang terjadi dengan sabar atau syukur.

Dengan demikian, takdir adalah kombinasi dari ketetapan Allah dan kebebasan manusia dalam menentukan pilihan tindakan. Ini menunjukkan keseimbangan antara takdir dan ikhtiar.

Dalam konteks ini, manusia diharapkan untuk proaktif dalam menjalani hidup, dengan berdoa, berusaha, dan merespons positif terhadap segala sesuatu yang terjadi.

Ulama menekankan pentingnya memahami konsep takdir dengan benar, agar manusia tidak salah dalam menjalani hidup. Dengan memahami takdir, manusia dapat lebih bijak dalam membuat pilihan dan menjalani hidupnya, imbuh Agustustari Husni, S. Pd. i., M. Pd. .

(M. Adhar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *