LAMPUNG TENGAH , || Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKB, Munir Abdul Haris, menggelar kegiatan santunan anak yatim sekaligus silaturahmi dengan guru ngaji dan tokoh masyarakat di Posko Munir Centre, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sendangagung, Ahad (15/3/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 800 orang dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Munir juga menyampaikan laporan kinerja satu tahun serta menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari program pendidikan, infrastruktur jalan, hingga keluhan sopir truk terkait pembatasan muatan.
Munir mengungkapkan, pada tahun 2026 Kabupaten Lampung Tengah menjadi salah satu prioritas pembangunan jalan provinsi dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp300 miliar. Anggaran tersebut meningkat signifikan dibanding tahun 2025 yang hanya sekitar Rp97 miliar.
“Ini berkat kekompakan 12 anggota DPRD Provinsi Lampung lintas fraksi dari dapil 7 Lampung Tengah serta komitmen gubernur dan wakil gubernur. Kami bersama-sama memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat,” ujar Munir.
Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan di antaranya Pringsewu–Kalirejo, Bandar Jaya–Mandala, Wates–Metro, Kalirejo–Bangun Rejo, hingga Padang Ratu–Pekurun Udik.
Selain sektor infrastruktur, Munir juga menyoroti program pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menyebutkan jumlah penerima manfaat terus meningkat.
“Tahun 2024 sekitar 11 ribu siswa, tahun 2025 meningkat menjadi 25 ribu siswa se-Lampung Tengah. Mudah-mudahan tahun 2026 minimal bisa dipertahankan atau bahkan bertambah,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satunya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Munir menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan agar program tersebut tepat sasaran.
“Anggaran harus digunakan maksimal, tidak boleh dikurangi. Jika ada indikasi penyimpangan, silakan laporkan kepada saya,” tegasnya.
Aspirasi lain datang dari para sopir truk yang mengeluhkan pembatasan tonase kendaraan di sejumlah ruas jalan. Menanggapi hal tersebut, Munir menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.
Kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim, pembagian bingkisan kepada guru ngaji dan masyarakat, serta doa bersama yang dipimpin KH Shohahun Zainun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh agama, pengurus NU, tokoh masyarakat, serta aparatur desa setempat.
Munir berharap kegiatan silaturahmi ini tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
“Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan menambah amal kebaikan kita semua,” pungkasnya.
(R**)






