Sektor Aplikasi Dominasi Investasi, Ekonomi Kreatif Karawang Tumbuh Positif

Captopn :Fazriyan Wardani Adhitya Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Karawang.

SERGAP.CO.ID

KAB. KARAWANG, || Industri subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2025. Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, nilai investasi sektor ekonomi kreatif di Karawang mencapai Rp4,46 triliun.

Bacaan Lainnya

Nilai tersebut merupakan bagian dari total investasi industri kreatif Jawa Barat yang menembus Rp53,3 triliun pada tahun 2025. Capaian ini menempatkan Karawang sebagai salah satu daerah dengan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Karawang, Fazriyan Wardani Adhitya, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi tersebut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, sebanyak 3.488 orang tercatat bekerja di 12 dari total 17 subsektor ekonomi kreatif di Karawang.Ujarnya Rabu 4/3/2026.

Menurutnya, subsektor kuliner menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah 1.639 orang. Posisi berikutnya ditempati subsektor kriya sebanyak 1.394 orang dan fesyen 206 orang.

Selain itu, subsektor penerbitan menyerap 114 tenaga kerja dan desain komunikasi visual 57 orang. Sementara subsektor aplikasi menyerap 37 orang, film, animasi, dan video 20 orang, serta periklanan 13 orang.

Untuk subsektor desain interior dan arsitektur masing-masing menyerap tiga tenaga kerja, seni pertunjukan satu orang, serta televisi dan radio satu orang. Data tersebut menunjukkan variasi kontribusi antar subsektor dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Dari sisi nilai investasi, subsektor aplikasi mencatat angka tertinggi, yakni mencapai Rp3 triliun. Nilai tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam struktur investasi ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang.

Besarnya investasi di subsektor aplikasi tidak terlepas dari berdirinya sejumlah perusahaan teknologi dan pusat data di Karawang, di antaranya PT Microsoft Operations Indonesia, PT Amazon Data Services Indonesia, serta PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur.

Selain aplikasi, subsektor kriya mencatat nilai investasi sebesar Rp845 miliar, disusul kuliner Rp465 miliar. Ketiga subsektor tersebut dinilai menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Karawang.

Sepanjang 2025, kontribusi investasi industri ekonomi kreatif terhadap total nilai investasi daerah Karawang yang mencapai Rp70,77 triliun tercatat sebesar 6,3 persen. Pada 2026, kontribusi tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 6,5 persen.

Adhitya menyebut industri ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu new engine of growth dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar karena berbasis pada kreativitas dan inovasi sumber daya manusia.

Ia menegaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019, ekonomi kreatif merupakan perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia, baik berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, maupun teknologi.

Menurutnya, ekonomi kreatif bukan hanya soal produk, tetapi juga ide, kreativitas, dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi serta mampu membuka lapangan kerja. Oleh karena itu, penguatan subsektor ini perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Disparpora Karawang mendorong kolaborasi hexahelix yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, media, komunitas, dan lembaga keuangan guna memperkuat daya saing ekonomi kreatif. Melalui sinergi tersebut, diharapkan ekonomi kreatif Karawang semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

(Penulis : Ahmad Z)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *