Dari Kotoran Jadi Berkah: Kepala Pasar Caringin Ajak Pemprov Buka Regulasi Pakan dari Sampah

Dari Kotoran Jadi Berkah: Kepala Pasar Caringin Ajak Pemprov Buka Regulasi Pakan dari Sampah

Sergap.co.id

Bacaan Lainnya

*Bandung* – Darurat sampah Bandung Raya butuh solusi cepat. Kepala Badan Pusat Perdagangan Pasar Caringin A. Syarif Hidayat SE menawarkan cara praktis: ubah 90% sampah organik jadi pakan ternak bernilai ekonomi.

Dari Kotoran Jadi Berkah: Kepala Pasar Caringin Ajak Pemprov Buka Regulasi Pakan dari Sampah

Pernyataan itu disampaikan Syarif saat Diskusi Ilmiah PSEL Bandung Raya di Rooftop DPRD Jabar, Jl. Diponegoro, Selasa 9/6/2026.

Ia menyebut Pasar Caringin sudah mengolah sampah organik jadi silase untuk sapi. Prosesnya minim teknologi, investasi ringan, tapi langsung bisa dipakai peternak. Negosiasi dengan peternak sehat Jabar lewat BPS 2 juga sudah jalan.

“Yang tadinya sampah jadi masalah, sekarang jadi berkah. Kami olah jadi 4 produk: pakan ternak, pupuk organik, briket, dan bioetanol. Residunya bisa jadi batubara,” kata Syarif.

Produk olahan sudah bersertifikat. Nilai kalorinya di atas 5000, layak untuk pakan dan energi alternatif.

Syarif menekankan solusi jangka pendek. “Sampah tiap hari terus nambah. Kalau nunggu program 2-3 tahun, Bandung keburu tenggelam. Kita butuh teknologi tepat guna yang cepat,” tegasnya.

Pengolahan di Caringin juga buka lapangan kerja baru untuk warga sekitar. Beban TPA jadi berkurang.

Ia minta Pemprov Jabar lewat Dinas Peternakan buka akses pasar untuk produk daur ulang sampah. Kendalanya sekarang di regulasi penyaluran.

“Regulasi penting. Kami siap bantu bereskan sampah. Tapi hasil produksi harus diterima peternak Jabar. Itu kuncinya,” ujarnya.

“Pasar Caringin siap jadi contoh. Pemerintah kasih solusi jangka pendek. Program apapun kami dukung, asal sampah Bandung Raya cepat selesai,” pungkasnya.

Pasar Caringin membuktikan sampah bukan akhir cerita. Dengan inovasi sederhana, kotoran bisa berubah jadi berkah ekonomi dan energi.

(Wie) **

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *