Tambak Udang OKI Sumbang Devisa, Gubernur Desak Listrik PLN Diperkuat

SERGAP.CO.ID

KAB. OKI, || Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi salah satu penyumbang devisa melalui ekspor komoditas perikanan, namun masih membutuhkan pasokan listrik yang andal untuk meningkatkan produksi dan ekspansi budidaya.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) meningkatkan kapasitas serta keandalan listrik di kawasan tambak Wahyuni Mandira.

Permintaan tersebut disampaikan saat kegiatan panen raya udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Selasa (17/2), sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Menurut Deru, produksi udang vaname dari Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 ton per tahun, dengan sebagian di antaranya berasal dari kawasan Wahyuni Mandira yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Namun demikian, kontribusi tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai ekspor Sumatera Selatan karena distribusi hasil panen masih melalui pelabuhan di luar provinsi, sehingga pencatatan devisa belum optimal.

Deru menegaskan, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan tertib administrasi oleh para petambak agar kontribusi ekonomi daerah dapat terdata secara jelas dan maksimal.

Ia menjelaskan, sebelum tahun 2021 para petambak masih mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk mengoperasikan kincir air dan peralatan tambak, yang berdampak pada tingginya biaya operasional.

Setelah jaringan listrik PLN masuk, efisiensi biaya mulai dirasakan, namun kebutuhan daya terus meningkat seiring rencana perluasan lahan budidaya yang saat ini baru dimanfaatkan sekitar 60 persen.

Deru menilai, penguatan pasokan listrik akan membuka peluang besar bagi pengembangan kawasan tambak sehingga produksi dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Selain itu, ia meminta dilakukan pendataan jumlah petambak dan luas lahan sebagai dasar perencanaan kebutuhan listrik, serta mendorong pembinaan teknis dan pengawasan mutu agar kualitas udang tetap kompetitif di pasar ekspor.

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi, menyatakan kawasan tambak tersebut merupakan sisa aset PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat, sehingga dukungan infrastruktur dasar seperti listrik menjadi kebutuhan mendesak.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan PLN telah menyiapkan sembilan unit transformator serta membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi Rp13 miliar hingga Rp15 miliar guna memperkuat pasokan listrik dan mendukung pertumbuhan sektor perikanan di wilayah tersebut.

(Wandriansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *